
Imam Jalaudin as-Suyuthi (wafat tahun 911 H) dalam kitabnya Al-Itqan fi Ulum al-Qur’an menulis:
“Disunahkan
membaca Al-Qur’an dengan tadabbur [merenungkan kandungan maknanya] dan
tafahhum [berusaha memahami kandungan maknanya], karena hal itu
merupakan maksud teragung dan tujuan terpenting [dari membaca
Al-Qur'an], dengannya dada akan lapang dan hati akan mendapatkan
cahaya.”
Allah Ta’ala berfirman:
كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ
‘[Al-Qur'an adalah] sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu, penuh
berkah, agar mereka mentadabburi ayat-ayatnya…” (QS. Shad [38]: 29)
Allah Ta’ala juga berfirman:
أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ أَمْ عَلَى قُلُوبٍ أَقْفَالُهَا
“Maka apakah mereka tidak mentadabburi Al-Qur’an ataukah pada hati
mereka terdapat gembok-gembok penghalangnya?” (QS. Muhammad [47]: 24)
Imam Muhammad Thahir bin ‘Asyur at-Tunisi (wafat tahun 1393 H) menulis:
وَحَرْفُ أَمْ لِلْإِضْرَابِ الِانْتِقَالِيِّ. وَالْمَعْنَى: بَلْ
عَلَى قُلُوبِهِمْ أَقْفَالٌ وَهَذَا الَّذِي سَلَكَهُ جُمْهُورُ
الْمُفَسِّرِينَ
“Huruf am [ataukah] dalam ayat tersebut berfungsi sebagai
bentuk kebalikan pepindahan. Maknanya adalah [mereka tidak mentadaburi
Al-Qur'an] justru [karena] pada hati mereka terdpat gembok-gembok
penghalangnya. Inilah penafsiran yang ditempuh oleh mayoritas ulama
tafsir.” (Muhammad Thahir at-Tunisi, At-Tahrir wa at-Tanwir fit Tafsir, 26/113)
Maksud dari pernyataan Imam Muhammad Thahir bin ‘Asyur at-Tunisi
diatas adalah, ketika tafsiran AL-Qur’an telah dirubah2 oleh ulama-ulama
yg mementingkan politik, maka kita patut untuk mentadaburi AL-Qur’an
untuk mengetahui makna tafsiran yg sebenarnya, seperti dibawah ini..
Sebelum kita memulai perjalanan menelusuri pelajaran Ilmu
Allah SWT ini yg terlihat seperti “menyesatkan dan banyak yg
dihubung-hubungkan” dikarenakan kita awam dan hanya melihat dari sisi
negativnya atau melihat dari satu sudut pandang saja tanpa
mempelajarinya lebih dalam lagi atau menguji materi berdasarkan tempat
kejadian sambil berhusnuzon, kita harus melihat dasar dalil AL-Qur’an untuk membuktikan disuatu hari nanti,
apakah ilmu2 dari artikel ini benar atau salah seperti yg dikatakan
suroh berikut (sesuai dengan petunjuk rosul SAW tentang akhir zaman
dengan membaca suroh AL-Kahfi, karena tidak mungkin zaman ini dinamakan
dengan zaman akhir atau zaman babak ke 4 mulkan jabariyah “penguasa
diktator/penguasa2 yg memaksakan kehendak” jika tidak ada fitnah2 besar
seperti sejarah2 yg dimanipulasi/difitnah dan di ubah2 nama2 tempatnya) :
﴾ Al Kahfi:70 ﴿
Dia berkata:
“Jika kamu mengikutiku, maka janganlah
kamu menanyakan kepadaku tentang sesuatu apapun, sampai aku sendiri
menerangkannya kepadamu”.
Jika Jackie Chan dalam filmnya “The Karate Kid” mengajarkan muridnya
Kung Fu dengan metode yg tidak biasa dilakukan oleh guru2 lain, sehingga
muridnya tidak sabar dan ingin mengakhiri latihannya dan kemudian
Jackie Chan menerangkan bahwa “Kung Fu ada dikehidupan/kegiatan kita
sehari-hari”. Begitu juga dengan nabi khidir As yg mengajarkan ilmu
Allah SWT kepada nabi Musa As dan admin yg akan membahas dan menjelaskan
ilmu Allah SWT yg seluas langit dan bumi dengan metode yg tidak biasa
(banyak yg dihubung-hubungkan yg tentunya dengan dalil agar menjadi
sebuah ilmu yg benar dan lurus, seperti halnya sebatang lidi yg telah di
patah-patahkan lalu kita sambungkan dengan perekat/lem agar sebatang
lidi itu menjadi TEGAK LURUS dan MEMANJANG, seperti sedia kala).
“Dan pasti akan Kami beritakan kepada mereka dengan ilmu (Kami) dan Kami tidak jauh (dari mereka).” (QS.AL-A’Raf:7)
“Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu dengan mencabutnya dari
hamba-hamba. Akan tetapi Dia mencabutnya dengan diwafatkannya para ulama
sehingga jika Allah tidak menyisakan seorang alim pun, maka orang-orang
mengangkat pemimpin dari kalangan orang-orang bodoh. Kemudian mereka
ditanya, mereka pun berfatwa tanpa dasar ilmu. Mereka sesat dan
menyesatkan.” (HR. Al-Bukhari no. 100 dan Muslim no. 2673)
“AL-Qur’ an adalah pedoman hidup manusia, semua sejarah
ada di dalamnya, bukan hanya sejarah dari negeri arab atau timur tengah,
tetapi juga indonesia dan seluruh dunia..”
AL-Qur’an datang, tidak hanya meluruskan ilmu Tauhid dan AKhlak manusia, tetapi juga meluruskan sejarah-sejarah terdahulu….
Sejak Van Erp tahun 1817 yg mengatakan bahwa Borobudur adalah
Candi Budha, sampai sekarang pernyataan itu dianggap sebagai KEBENARAN.
Pada saat itu orang yg mendalami dunia sejarah kepurbakalaan di
Indonesia berdasarkan AL-Qur’an sangat sedikit dan mungkin belum ada
(lihatlah dimana bukti2 sejarah dari para ulama tafsir terdahulu??
sementara kita tahu bahwa dahulu khilafah runtuh dikarenakan para zionis
eropa dan dukungan dari negeri arab sendiri, apakah kita tidak
berprasangka bahwa tafsiran pada saat itu sudah diubah2 dikarenakan
zionis tidak ingin sama sekali khilafah bangkit kembali). Karena tafsir
AL-Qur’an pertama dalam bahasa bahasa Indonesia baru terbit 1928.
(Alfurqon oleh A Hasan).
Tentu saja ucapan Van Erp itu terbiarkan berlama-lama tanpa ada
yg mengoreksinya. Sekarang sudah waktunya untuk dipertanyakan. Karena
jika pernyataan Van Erp itu salah, umat manusia lah yg seluruhnya akan
dirugikan. Terutama yang dirugikan adalah Indonesia. Ini PR untuk DPR yg
kerjaannya hanya menyusahkan rakyat. Kita perlu undang2 untuk
melindungi hal semacam ini, undang2 berdasarkan syariat islam, agar kita
dapat melakukan Sidang Uji Materi. Jika tidak, kita akan dirugikan
sepanjang zaman.
﴾ Ali Imran:137 ﴿
Sesungguhnya telah berlalu sebelum kamu sunnah-sunnah Allah;
Karena itu berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).
AL-Qur’an adalah bukti untuk tiap sesuatu dan penjelasan tiap
sesuatu (bermakna luas). Maka di mana negeri saba atau negeri syam itu
tentulah dapat dijelaskan dan dibuktikan dengan AL-Qur’an……………….
“………Bahkan dia mengoreksi yang di hadapannya dan penjelasan tiap sesuatu” (Q.S. Yusuf:111)
Tahukah anda? Bahwa sebenarnya Kronologi Sejarah Islam Indonesia dan peradabannya ada di ayat-ayat
AL-Qur’an Suroh An-Naml 16-48 dan
di Suroh Saba 12-41 ? entah
mengapa ada yang menutup-nutupi kebenaran sejarah islam dan
peradabannya yg sangat maju di negeri Indonesia ini, mungkin juga di
karenakan orang-orang indonesia terdahulu yang telah berbuat zhalim
terhadap dirinya sendiri, hingga mereka mendustakan ayat-ayat ALLAH SWT
dan menganggapnya sihir yg diada-adakan, sehingga ALLAH SWT pun tidak
meridhoi peradaban islam di Indonesia dikarenakan orang-orang Indonesia
terdahulu tidak bersyukur akan kebesaran ALLAH SWT dan mensyukuri
nikmatNYA. Berikut Kronologi Sejarah Islam Indonesia dan Peradaban Islam
di Indonesia yg di ambil dari AL-Qur’an :
بِسْمِ اللَّـهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ (Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang).
An Naml:16 ﴿
Dan Sulaiman telah mewarisi Daud, dan dia berkata: “Hai Manusia,
kami telah diberi pengertian tentang suara burung dan kami diberi segala
sesuatu. Sesungguhnya (semua) ini benar-benar suatu kurnia yang nyata”.
﴾ An Naml:17 ﴿
Dan dihimpunkan untuk Sulaiman tentaranya dari jin, manusia dan burung lalu mereka itu diatur dengan tertib (dalam barisan).
﴾ An Naml:18 ﴿
Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor
semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu
tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak
menyadari”;
﴾ An Naml:19 ﴿
maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan
semut itu. Dan dia berdoa: “Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap
mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada
dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau
ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan
hamba-hamba-Mu yang saleh”.
﴾ An Naml:20 ﴿
Dan dia memeriksa burung-burung lalu berkata: “Mengapa aku tidak melihat hud-hud, apakah dia termasuk yang tidak hadir.
﴾ An Naml:21 ﴿
Sungguh aku benar-benar akan mengazabnya dengan azab yang keras
atau benar-benar menyembelihnya kecuali jika benar-benar dia datang
kepadaku dengan alasan yang terang”.
Burung Hud-hud menemukan Ratu Balqis di Negeri Saba (INDONESIA)
﴾ An Naml:22 ﴿
Maka tidak lama kemudian (datanglah hud-hud), lalu ia berkata: “Aku
telah mengetahui sesuatu yang kamu belum mengetahuinya; dan kubawa
kepadamu dari negeri Saba suatu berita penting yang diyakini.
﴾ An Naml:23 ﴿
Sesungguhnya aku menjumpai seorang wanita yang memerintah mereka,
dan dia dianugerahi segala sesuatu serta mempunyai singgasana yang
besar.
﴾ An Naml:24 ﴿
Aku mendapati dia dan kaumnya menyembah matahari, selain Allah; dan
syaitan telah menjadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan
mereka lalu menghalangi mereka dari jalan (Allah), sehingga mereka tidak
dapat petunjuk,
﴾ An Naml:25 ﴿
agar mereka tidak menyembah Allah Yang mengeluarkan apa yang
terpendam di langit dan di bumi dan Yang mengetahui apa yang kamu
sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan.
﴾ An Naml:26 ﴿
Allah, tiada Tuhan Yang disembah kecuali Dia, Tuhan Yang mempunyai ‘Arsy yang besar”.
﴾ An Naml:27 ﴿
Berkata Sulaiman: “Akan kami lihat, apa kamu benar, ataukah kamu termasuk orang-orang yang berdusta.
﴾ An Naml:28 ﴿
Pergilah dengan (membawa) suratku ini, lalu jatuhkan kepada mereka,
kemudian berpalinglah dari mereka, lalu perhatikanlah apa yang mereka
bicarakan”
﴾ An Naml:30 ﴿
Sesungguhnya surat itu, dari SuIaiman dan sesungguhnya (isi)nya:
“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”.
﴾ An Naml:31 ﴿
“Bahwa janganlah kamu sekalian berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri”.
﴾ An Naml:32 ﴿
Berkata dia (Balqis): “Hai para pembesar berilah aku pertimbangan
dalam urusanku (ini) aku tidak pernah memutuskan sesuatu persoalan
sebelum kamu berada dalam majelis(ku)”.
﴾ An Naml:33 ﴿
Mereka menjawab: “Kita adalah orang-orang yang memiliki kekuatan
dan (juga) memiliki keberanian yang sangat (dalam peperangan), dan
keputusan berada ditanganmu: maka pertimbangkanlah apa yang akan kamu
perintahkan”.
﴾ An Naml:34 ﴿
Dia berkata: “Sesungguhnya raja-raja apabila memasuki suatu negeri,
niscaya mereka membinasakannya, dan menjadikan penduduknya yang mulia
jadi hina; dan demikian pulalah yang akan mereka perbuat.
﴾ An Naml:35 ﴿
Dan sesungguhnya aku akan mengirim utusan kepada mereka dengan
(membawa) hadiah, dan (aku akan) menunggu apa yang akan dibawa kembali
oleh utusan-utusan itu”.
﴾ An Naml:36 ﴿
Maka tatkala utusan itu sampai kepada Sulaiman, Sulaiman berkata:
“Apakah (patut) kamu menolong aku dengan harta? maka apa yang diberikan
Allah kepadaku lebih baik daripada apa yang diberikan-Nya kepadamu;
tetapi kamu merasa bangga dengan hadiahmu.
﴾ An Naml:37 ﴿
Kembalilah kepada mereka sungguh kami akan mendatangi mereka dengan
balatentara yang mereka tidak kuasa melawannya, dan pasti kami akan
mengusir mereka dari negeri itu (Saba) dengan terhina dan mereka menjadi
(tawanan-tawanan) yang hina dina”.
﴾ An Naml:38 ﴿
Berkata Sulaiman: “Hai pembesar-pembesar, siapakah di antara kamu
sekalian yang sanggup membawa singgasananya kepadaku sebelum mereka
datang kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri”.
﴾ An Naml:39 ﴿
Berkata ‘Ifrit (yang cerdik) dari golongan jin: “Aku akan datang
kepadamu dengan membawa singgsana itu kepadamu sebelum kamu berdiri dari
tempat dudukmu; sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi
dapat dipercaya”.
﴾ An Naml:40 ﴿
Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari Al Kitab: “Aku akan
membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip”. Maka tatkala
Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata:
“Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau
mengingkari (akan nikmat-Nya). Dan barangsiapa yang bersyukur maka
sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan
barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha
Mulia”.
﴾ An Naml:41 ﴿
Dia berkata: “Rubahlah baginya singgasananya; maka kita akan
melihat apakah dia mengenal ataukah dia termasuk orang-orang yang tidak
mengenal(nya)”.
﴾ An Naml:42 ﴿
Dan ketika Balqis datang, ditanyakanlah kepadanya: “Serupa inikah
singgasanamu?” Dia menjawab: “Seakan-akan singgasana ini singgasanaku,
kami telah diberi pengetahuan sebelumnya dan kami adalah orang-orang
yang berserah diri”.
﴾ An Naml:43 ﴿
Dan apa yang disembahnya selama ini selain Allah, mencegahnya
(untuk melahirkan keislamannya), karena sesungguhnya dia dahulunya
termasuk orang-orang yang kafir.
﴾ An Naml:44 ﴿
Dikatakan kepadanya: “Masuklah ke dalam istana”. Maka tatkala dia
melihat lantai istana itu, dikiranya kolam air yang besar, dan
disingkapkannya kedua betisnya. Berkatalah Sulaiman: “Sesungguhnya ia
adalah istana licin terbuat dari kaca”. Berkatalah Balqis: “Ya Tuhanku,
sesungguhnya aku telah berbuat zalim terhadap diriku dan aku berserah
diri bersama Sulaiman kepada Allah, Tuhan semesta alam”.
﴾ An Naml:45 ﴿
Dan sesungguhnya Kami telah mengutus kepada (kaum) Tsamud saudara
mereka Shaleh (yang berseru): “Sembahlah Allah”. Tetapi tiba-tiba mereka
(jadi) dua golongan yang bermusuhan.
﴾ An Naml:46 ﴿
Dia berkata: “Hai kaumku mengapa kamu minta disegerakan keburukan
sebelum (kamu minta) kebaikan? Hendaklah kamu meminta ampun kepada
Allah, agar kamu mendapat rahmat”.
﴾ An Naml:47 ﴿
Mereka menjawab: “Kami mendapat nasib yang malang, disebabkan kamu
dan orang-orang yang besertamu”. Shaleh berkata: “Nasibmu ada pada sisi
Allah, (bukan kami yang menjadi sebab), tetapi kamu kaum yang diuji”.
﴾ An Naml:48 ﴿
Dan adalah di kota itu sembilan orang laki-laki yang membuat kerusakan di muka bumi, dan mereka tidak berbuat kebaikan.
﴾ Saba’:12 ﴿
Dan Kami (tundukkan) angin bagi Sulaiman, yang perjalanannya di
waktu pagi sama dengan perjalanan sebulan dan perjalanannya di waktu
sore sama dengan perjalanan sebulan (pula) dan Kami alirkan cairan
tembaga baginya. Dan sebahagian dari jin ada yang bekerja di hadapannya
(di bawah kekuasaannya) dengan izin Tuhannya. Dan siapa yang menyimpang
di antara mereka dari perintah Kami, Kami rasakan kepadanya azab neraka
yang apinya menyala-nyala.
﴾ Saba’:13 ﴿
Para jin itu membuat untuk Sulaiman apa yang dikehendakinya dari
gedung-gedung yang tinggi dan patung-patung dan piring-piring yang
(besarnya) seperti kolam dan periuk yang tetap (berada di atas tungku).
Bekerjalah hai keluarga Daud untuk bersyukur (kepada Allah). Dan sedikit
sekali dari hamba-hamba-Ku yang berterima kasih.
﴾ Saba’:14 ﴿
Maka tatkala Kami telah menetapkan kematian Sulaiman, tidak ada
yang menunjukkan kepada mereka kematiannya itu kecuali rayap yang
memakan tongkatnya. Maka tatkala ia telah tersungkur, tahulah jin itu
bahwa kalau sekiranya mereka mengetahui yang ghaib tentulah mereka tidak
akan tetap dalam siksa yang menghinakan.
﴾ Saba’:15 ﴿
Sesungguhnya bagi kaum Saba’ ada tanda (kekuasaan Tuhan) di tempat
kediaman mereka yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah
kiri. (kepada mereka dikatakan): “Makanlah olehmu dari rezeki yang
(dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya. (Negerimu)
adalah negeri yang baik dan (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun”.
﴾ Saba’:16 ﴿
Tetapi mereka berpaling, maka Kami datangkan kepada mereka banjir
yang besar dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang
ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon Atsl dan sedikit dari
pohon Sidr.
﴾ Saba’:17 ﴿
Demikianlah Kami memberi balasan kepada mereka karena kekafiran
mereka. Dan Kami tidak menjatuhkan azab (yang demikian itu), melainkan
hanya kepada orang-orang yang sangat kafir.
﴾ Saba’:18 ﴿
Dan Kami jadikan antara mereka dan antara negeri-negeri yang Kami
limpahkan berkat kepadanya, beberapa negeri yang berdekatan dan Kami
tetapkan antara negeri-negeri itu (jarak-jarak) perjalanan. Berjalanlah
kamu di kota-kota itu pada malam hari dan siang hari dengan dengan aman.
﴾ Saba’:19 ﴿
Maka mereka berkata: “Ya Tuhan kami jauhkanlah jarak perjalanan
kami”, dan mereka menganiaya diri mereka sendiri; maka Kami jadikan
mereka buah mulut dan Kami hancurkan mereka sehancur-hancurnya.
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda
kekuasaan Allah bagi setiap orang yang sabar lagi bersyukur.
﴾ Saba’:20 ﴿
Dan sesungguhnya iblis telah dapat membuktikan kebenaran
sangkaannya terhadap mereka lalu mereka mengikutinya, kecuali sebahagian
orang-orang yang beriman.
﴾ Saba’:21 ﴿
Dan tidak adalah kekuasaan iblis terhadap mereka, melainkan
hanyalah agar Kami dapat membedakan siapa yang beriman kepada adanya
kehidupan akhirat dari siapa yang ragu-ragu tentang itu. Dan Tuhanmu
Maha Memelihara segala sesuatu.
﴾ Saba’:40 ﴿
Dan (ingatlah) hari (yang di waktu itu) Allah mengumpulkan mereka
semuanya kemudian Allah berfirman kepada malaikat: “Apakah mereka ini
dahulu menyembah kamu?”.
﴾ Saba’:41 ﴿
Malaikat-malaikat itu menjawab: “Maha Suci Engkau. Engkaulah
pelindung kami, bukan mereka; bahkan mereka telah menyembah jin;
kebanyakan mereka beriman kepada jin itu”.
Borobudur Bangunan Peninggalan Nabi Sulaiman?
﴾ Huud:28 ﴿
Berkata Nuh: “Hai kaumku, bagaimana pikiranmu, jika aku ada
mempunyai bukti yang nyata dari Tuhanku, dan diberinya aku rahmat dari
sisi-Nya, tetapi rahmat itu disamarkan bagimu. Apa akan kami paksakankah kamu menerimanya, padahal kamu tiada menyukainya?”
Membaca judul diatas, tentu banyak orang yang akan mengernyitkan
dahi, sebagai tanda ketidakpercayaannya. Bahkan, mungkin demikian pula
dengan Anda. Sebab, Nabi Sulaiman AS adalah seorang utusan Allah yang
diberikan keistimewaan dengan kemampuannya menaklukkan seluruh makhluk
ciptaan Allah, termasuk angin yang tunduk di bawah kekuasaannya atas
izin Allah. Bahkan, burung dan jin selalu mematuhi perintah Sulaiman.
Menurut Sami bin Abdullah al-Maghluts, dalam bukunya Atlas Sejarah
Nabi dan Rasul, Nabi Sulaiman diperkirakan hidup pada abad ke-9 Sebelum
Masehi (989-931 SM), atau sekitar 3.000 tahun yang lalu
(akan
tetapi kematian nabi sulaiman AS baru diketahui disaat tongkatnya
dimakan oleh rayap didalam AL-Qur’an QS.Saba ayat 14, jadi bisa jadi
nabi sulaiman baru diketahui meninggal pada saat para Jin mendirikan
borobudur yg belum terselesaikan). Sementara itu, Candi
Borobudur sebagaimana tertulis dalam berbagai buku sejarah nasional,
didirikan oleh Dinasti Syailendra pada akhir abad ke-8 Masehi atau
sekitar 1.200 tahun yang lalu. Karena itu, wajarlah bila banyak orang
yang mungkin tertawa kecut, geli, dan geleng-geleng kepala bila
disebutkan bahwa Candi Borobudur didirikan oleh Nabi Sulaiman AS.
Candi Borobudur merupakan candi Budha. Berdekatan dengan Candi
Borobudur adalah Candi Pawon dan Candi Mendut. Beberapa kilometer dari
Candi Borobudur, terdapat Candi Prambanan, Candi Kalasan, Candi Sari,
Candi Plaosan, dan lainnya. Candi-candi di dekat Prambanan ini merupakan
candi Buddha yang didirikan sekitar tahun 772 dan 778 Masehi.
Lalu, apa hubungannya dengan Sulaiman? Benarkah Candi Borobudur
merupakan peninggalan Nabi Sulaiman yang hebat dan agung itu? Apa
bukti-buktinya? Benarkah ada jejak-jejak Islam di candi Buddha terbesar
itu? Tentu perlu penelitian yang komprehensif dan melibatkan berbagai
pihak untuk membuktikan validitas dan kebenarannya.
Namun, bila pertanyaan di atas diajukan kepada KH Fahmi Basya, ahli
matematika Islam itu akan menjawabnya; benar. Borobudur merupakan
peninggalan Nabi Sulaiman yang ada di tanah Jawa.
Dalam bukunya, Matematika Islam 3 (Republika, 2009), KH Fahmi
Basya menyebutkan beberapa ciri-ciri Candi Borobudur yang menjadi bukti
sebagai peninggalan putra Nabi Daud tersebut. Di antaranya, hutan atau
negeri Saba, makna Saba, nama Sulaiman, buah maja yang pahit (kerajaan
Majapahit), dipindahkannya istana Ratu Saba ke wilayah kekuasaan Nabi
Sulaiman, bangunan yang tidak terselesaikan oleh para jin, tempat
berkumpulnya Ratu Saba, dan bangunan yg seperti tembok besar yg
memanjang di laut utara Jayapura (yg kemungkinan tembok ini ialah Tembok
YA’JUJ MA”JUJ wallahu’alam, lihat artikel ya’juj ma’juj dan tembok
jayapura ini di link berikut : http://wp.me/p3gX77-54).
Dalam Alquran, kisah Nabi Sulaiman dan Ratu Saba disebutkan dalam
surah An-Naml [27]: 15-44, Saba [34]: 12-16, al-Anbiya [21]: 78-81, dan
lainnya. Tentu saja, banyak yang tidak percaya bila Borobudur merupakan
peninggalan Sulaiman.
Di antara alasannya, karena Sulaiman hidup pada abad ke-10 SM,
sedangkan Borobudur dibangun pada abad ke-8 Masehi. Kemudian, menurut
banyak pihak, peristiwa dan kisah Sulaiman itu terjadi di wilayah
Palestina, dan Saba di Yaman Selatan, sedangkan Borobudur di Indonesia.
Tentu saja hal ini menimbulkan penasaran. Apalagi, KH Fahmi Basya
menunjukkan bukti-buktinya berdasarkan keterangan Alquran. Lalu, apa
bukti sahih andai Borobudur merupakan peninggalan Sulaiman atau bangunan
yang pembuatannya merupakan perintah Sulaiman?
Dalam flying book itu KH Fahmi Basya mengungkapkan dengan bukti-bukti
ilmiah bahwa candi borobudur bukanlah hasil kebudayaan hindu,
sebagaimana kita ketahui selama ini. Candi borobudur sudah ada sejak
lama, jauh sebelum hindu ada di nusantara ini. Berdasarkan
penelitiannya, candi borobudur itu bahkan di bangun oleh nabi sulaiman
dengan bantuan para jin pada jaman ketika nusantara belum berbentuk
seperti sekarang, yaitu masih berupa daratan yang luas. Banyak data dan
analisis yang dipaparkan dalam flying book itu sebagai bukti terhadap
argumen ini.
Untuk mengetahui salah satu bukti argumen itu, sebelumnya ada baiknya
kita mengetahui simbol lafadz bismillah. Simbol itu bisa dibuat dengan
melukis sebuah 7 buah lingkaran sama besar yang salah satu lingkaran
berada di tengah dan dikelilingi oleh 6 lingkaran lainnya.
Masing-masing lingkaran mewakili satu huruf pada lafadz bismillah yaitu
ba, sin, mim, alif, lam, lam, dan ha’ . Jika keenam lingkaran di luar
masing-masing titik pusatnya secara berurutan dihubungkan dengan garis
kemudian lingkaran-lingakaran yang diluar itu dihapus, jadilah bentuk
itu sebagai segi enam dengan lingkaran di tengahnya. Itulah simbol
lafadz bismillah.
Sekarang mari kita amati salah satu kontur yang banyak terukir di batu-batu candi Borobudur. inilah kontur itu.
ternyata bentuk itu banyak sekali kita temukan pada batu-batu di candi
Borobudur. Segi enam dengan lingkaran ditengahnya. Apakah arti bentuk
itu? Ternyata simbol segi enam dengan lingkaran di bawahnya adalah
simbol lafadz bismillah. Demikianlah salah satu bukti analisa yang
disampaikan oleh KH Fahmi Basya dalam flying booknya.
Selain itu, dalam flying book tersebut juga diungkapkan secara ilmiah
bahwa candi borobudur dahulunya bukan di tempat seperti yang sekarang,
melainkan sempat mengalami pemindahan dengan kecepatan pemindahan
melebihi kecepatan cahaya (60.000 kali). Hal ini mengakibatkan kontur
candi borobudur mengalami peluruhan. Pemindahan candi ini sesuai cerita
dalam alqur’an : “Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari AI Kitab:
“Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip”. Maka
tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun
berkata: “Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku
bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). Dan barangsiapa yang
bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya
sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya
lagi Maha Mulia”. (QS.An Naml:40)
Selama ini yang sering diungkapkan adalah bahwa pemindahan itu dari
yaman ke palestina, namun sesungguhnya bukti nyatanya belum pernah
ditemukan.
Lalu menurut penelitian KH Fahmi Basya, dimana letak candi Borobudur
sebelum dipindahkan? Jawabannya adalah di kawasan candi boko yang
terletak di kabupaten bantul. Di kawasan itu nampak bekas-bekas adanya
candi besar. Namun, candi besar itu hilang, entah bagaimana hilangnya,
yang jelas bukan karena hancur atau runtuh. Bahkan di kawasan candi boko
ditemukan serpihan-serpihan sisa candi yang konturnya mirip dengan
kontur candi borobudur. Hanya saja, kontur yang ada di kawasan candi
boko ini tampak lebih jelas dibandingkan dengan kontur yang ada di candi
borobudur. Hal ini disebabkan peluruhan yang terjadi akibat pemindahan
dengan kecepatan 60.000 kali kecepatan cahaya tadi. (Lihat gambar
diatas)
Lebih jauh lagi KH Fahmi Basya membahas sisi lain dari candi
borobudur, yaitu bahwa desain candi borobudur sangat kompleks dan
memiliki makna yang dalam. Misalnya relief yang ada di
dinding-dindingnnya, ukuran volume candi yang membentuk balok al quran (
23x23x12 = 6348 = jumlah ayat dalam alqur’an berserta basmalah),
bahkan
bukti foto google earth yang menunjukkan bahwa puncak candi membentuk
sebuah sebuah garis lurus yang menghubungkannya dengan rukun syaam dan
hajar aswad ka’bah, apakah ini menandakan letak dimana negeri SYAM?
(Admin akan bahas ini di pertengahan dan akhir artikel ini, maka dari
itu pahami secara telitilah rahasia besar di artikel ini tentang sejarah
islam di negeri ini). Dan banyak lagi fakta-fakta yang dikemukakan dalam flying book itu.
Nama saba’ sendiri, di dapat dari Alqur’an, dimana secara singkat
Alqur’an (surat An Naml dan surat Saba’) menceritakan bahwa negeri saba’
dahulu merupakan sebuah negeri yang amat makmur, subur tanahnya dan
maju bangsanya. Dalam negeri itu pernah hidup Nabi-Nabi terdahulu
seperti nabi daud AS, Nabi Sulaiman AS, dan juga seorang ratu perempuan
yang amat melegenda yaitu ratu Bilqis. Namun, negeri itu dimusnahkan
oleh Allah SWT dengan sebuah banjir yang amat besar karena kemusyrikan
bangsa di negeri itu, yaitu kereka melekukan ibadah menyembah matahari.
Sementara itu, dalam sebuah legenda yang sangat terkenal di dunia,
konon pernah ada sebuah negeri yang karakteristiknya hampir mirip dengan
yang diceritakan alqur’an itu. Negeri itu bernama negeri Atlantis.
Negeri itu berada di sebuah daratan yang luas dan subur, dan dihuni oleh
bangsa maju dan makmur, unggul dalam hal irigasi pertanian. Daratan
luas itulah yang disebut sebagai benua Atlantis yang mana benua itu
musnah pada jaman es. Seiring tenggelamnya daratan Atlantis, maka
musnahlah negeri Atlantis yang begitu makmur itu.
Berdasarkan kemiripan kisah dalam Al Qur’an dan legenda yang berkembang
di hampir sekuruh oenjuru dunia itu, bisa jadi, negeri saba’ yang
dimaksudkan dalam Al Quran itu tak lain adalah negeri Atlantis yang dulu
mendiami daratan Atlantis yang kini sudah musnah akibat banjir besar di
jaman es. Benar atau tidaknya memeang masih membutuhkan penelitian
lebih lanjut.
Selama ini hampir kebanyakan ilmuwan mengatakan bahwa negeri saba’
yang disebutkan dalam Alquran itu terletak di daerah Yaman, bahkan dalam
banyak tafsir Al Quran pun mengatakan demikian. Namun, melalui
ekspedisi dan penelitiannya, yang hasilnya dibuat dalam bentuk flying
boook, KH Fahmi Basya menyimpulkan bahwa bukanlah daerah Yaman letak
sebenarnya negeri Saba’ itu, melainkan ia berada di sebuah wilayah
dengan pusatnya di pulau Jawa, dimana dahulu wilayah itu mencakup
wilayah Indonesia dan masih merupakan sebuah daratan yang luas atau
berupa sebuah benua. Berikut saya tuliskan 14 bukti yang dikemukakan
oleh KH fahmi Basya yang mengungkapkan bahwa negeri saba’ dalam Al
Qur’an itu bukan terletak di Yaman melainkan di Indonesia.
PERTAMA. Nama saba’ itu sendiri. “..dan kubawa kepadamu dari negeri
Saba suatu berita penting yang diyakini.” (QS. 27:22). Di Indonesia ada
nama dan tempat bernama saba’ (tempat pertemuan) dan ada tempatnya.
sementara di Yaman tidak ada. Yang ada hanya sabuun(prasasti), tapi
tidak ada a=nama tempat bernama saba’
Kedua, pekerjaan jin yang tidak selesai ketika mengetahui Sulaiman
telah wafat.”Maka tatkala Kami telah menetapkan kematian Sulaiman, tidak
ada yang menunjukkan kepada mereka kematiannya itu kecuali rayap yang
memakan tongkatnya. Maka tatkala ia telah tersungkur, tahulah jin itu
bahwa kalau sekiranya mereka mengetahui yang ghaib tentulah mereka tidak
akan tetap dalam siksa yang menghinakan” (QS Saba [34]: 14). Saat
mengetahui Sulaiman wafat, para jin pun menghentikan pekerjaan
terakhirnya di Borobudur diakhir abad ke-8 Masehi. Di Borobudur,
terdapat patung yang belum tuntas diselesaikan. Patung itu disebut
dengan Unfinished Solomon.
Ketiga, para jin diperintahkan membangun gedung yang tinggi dan
membuat patung-patung. “(nabi Sulaiman As) berkata ‘rubahlah baginya
singgasananya, maka kita akan melihat apakah dia mengenal ataukah dia
termasuk org-org yg tidak mengenalnya” (AN-Naml ayat 41)
disini
“singgasana” yg dimaksud adalah borobudur, nabi sulaiman As sengaja
membuat ukiran-ukiran patung seperti patung budha, padahal itu hanyalah
kamuflase agar mengetahui siapakah kaum muslimin yg menyadari kamuflase
tersebut.
Dan
inilah jawaban dari kamuflase yg diciptakan nabi sulaiman As tersebut
yg tersembunyi diborobudur selama ini yg ternyata ada di dalam Al-qur’an
:
“para
jin itu membuat untuk sulaiman apa yg dikehendakinya dari gedung-gedung
yg tinggi dan patung-patung dan piring-piring yg (besarnya) seperti
kolam dan periuk yg tetap (berada diatas tungku). Bekerjalah hai
keluarga Daud untuk bersyukur (kepada allah), dan sedikit sekali dari
hamba-hambaku yg berterima kasih.” (Qs.Saba ayat 13)
gedung-gedung
tinggi adalah candi perambanan, patung2 dan piring2 yg besarnya seperti
kolam dan periuk yg tetap berada diatas tungku itu adalah borobudur. Di
Yaman tidak ada bangunan semacam ini, tapi di Indonesia ada, yaitu
candi Borobudur dan candi perambanan. candi Borobudur terletak di sebuah
lembah, dan itulah lembah semut, lembah terindah di dunia.
Keempat, Sulaiman berbicara dengan burung-burung dan hewan-hewan. (QS
An-Naml [27]: 20-22). Reliefnya juga ada. Bahkan, sejumlah frame relief
Borobudur bermotifkan bunga dan burung. Terdapat pula sejumlah relief
hewan lain, seperti gajah, kuda, babi, anjing, monyet, dan lainnya.

Kelima,
kisah Ratu Saba dan rakyatnya yang menyembah matahari dan bersujud
kepada sesama manusia.”Aku mendapati dia dan kaumnya menyembah matahari,
selain Allah; dan syaitan telah menjadikan mereka memandang indah
perbuatan-perbuatan mereka lalu menghalangi mereka dari jalan (Allah),
sehingga mereka tidak dapat petunjuk” (QS An-Naml [27]: 22). Menurut
Fahmi Basya, Saba artinya berkumpul atau tempat berkumpul. Ungkapan
burung Hud-hud tentang Saba, karena burung tidak mengetahui nama daerah
itu. “Jangankan burung, manusia saja ketika berada di atas pesawat,
tidak akan tahu nama sebuah kota atau negeri,” katanya menjelaskan.
Ditambahkan Fahmi Basya, tempat berkumpulnya manusia itu adalah di Candi
Ratu Boko yang terletak sekitar 36 kilometer dari Borobudur. Jarak ini
juga memungkinkan burung menempuh perjalanan dalam sekali terbang. Dan
di Yaman tidak dijumpai tempat semacam itu, sementara di Indonesia
tempat semacam itu ada yaitu di kawasan bukit candi Boko dan simbol
kerajaan majapahit “
surya majapahit” (simbol
yg membuktikan bahwa kerajaan majapahit dahulu pernah menyembah
matahari, tetapi mereka sadar itu ialah sesat dan memilih agama Islam,
Pada lambang Majapahit yang berupa delapan sinar matahari terdapat
beberapa tulisan Arab, yaitu shifat, asma, ma’rifat, Adam, Muhammad,
Allah, tauhid dan dzat. Kata-kata yang beraksara Arab ini terdapat di
antara sinar-sinar matahari yang ada pada lambang Majapahit ini. ). Di
kawasan bukit candi boko ada tempat yang digunakan untuk menyembah
matahari yang berupa bangunan di atas bukit menghadap ketimur, ke arah
matahari terbit. (Lihat gambar paling atas)
Keenam, Saba ada di Indonesia, yakni Wonosobo. Dalam Alquran, wilayah
Saba ditumbuhi pohon yang sangat banyak. “Sesungguhnya bagi kaum Saba’
ada tanda (kekuasaan Tuhan) di tempat kediaman mereka yaitu dua buah
kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri. (kepada mereka dikatakan):
“Makanlah olehmu dari rezeki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan
bersyukurlah kamu kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik dan
(Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun”.(QS Saba [34]: 15). Dalam
kamus bahasa Jawi Kuno, yang disusun oleh Dr Maharsi, kata ‘Wana’
bermakna hutan. Jadi, menurut Fahmi, wana saba atau Wonosobo adalah
hutan Saba.

Ketujuh, buah yang rasanya pahit, dan menjadi buah mulut (cerita
rakyat). “…dan kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang
ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit…”(QS. 34:16). Di Indonesia
ada buah yang rasanya pahit yaitu buah MAJAPAHIT, di Yaman tidak
ada.”Tetapi, mereka berpaling maka Kami datangkan kepada mereka banjir
yang besar dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang
ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon Atsl dan sedikit dari
pohon Sidr.” (QS Saba [34]: 16).
Kedelapan, nama Sulaiman menunjukkan sebagai nama orang Jawa. Awalan
kata ‘su’merupakan nama-nama Jawa. Dan, Sulaiman adalah satu-satunya
nabi dan rasul yang 25 orang, yang namanya berawalan ‘Su’. Kesembilan,
Sulaiman berkirim surat kepada Ratu Saba melalui burung Hud-hud.
“Pergilah kamu dengan membawa suratku ini.” (QS An-Naml [27]: 28).
Menurut Fahmi, surat itu ditulis di atas pelat emas sebagai bentuk
kekayaan Nabi Sulaiman. Ditambahkannya, surat itu ditemukan di sebuah
kolam di Candi Ratu Boko.(Lihat Gambar paling atas)

Kesepuluh,
bangunan yang tinggal sedikit (Sidrin qalil). Lihat surah Saba [34] 16)
pohon yg dimaksud ialah “bangunan”. Bangunan yang tinggal sedikit itu
adalah wilayah Candi Ratu Boko. Dan di sana terdapat sejumlah stupa yang
tinggal sedikit. “Ini membuktikan bahwa Istana Ratu Boko adalah istana
Ratu Saba yang dipindahkan atas perintah Sulaiman,” kata Fahmi
menegaskan.
Selain bukti-bukti di atas, kata Fahmi, masih banyak lagi bukti
lainnya yang menunjukkan bahwa kisah Ratu Saba dan Sulaiman terjadi di
Indonesia. Seperti terjadinya angin Muson yang bertiup dari Asia dan
Australia (QS Saba [34]: 12), kisah istana yang hilang atau dipindahkan,
dialog Ratu Bilqis dengan para pembesarnya ketika menerima surat
Sulaiman (QS An-Naml [27]: 32), nama Kabupaten Sleman, Kecamatan
Salaman, Desa Salam, dan lainnya.
Kesebelas, sisa banjir”…
maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar…”
(QS.34:16). Di Yaman disebutkan banjir ini disebabkan runtuhnya
bendungan Ma’rib (sebesar bendungan situ gintung) tapi banjir yang
semacam ini terlalu kecil untuk memusnahkan sebuah negeri. Tapi di
Indonesia banjir itu ada yaitu banjir sangat besar yang menenggelamkan
dataran/dangkalan sunda, mengakibatkan Indonesia terbagi menjadi banyak
pulau. Fakta sejarah mengungkapkan bahwa dulu nusantara merupakan satu
wilayah daratan yang luas sebelum menjadi wilayah kepulauan.
Kedua belas, Bukti bahwa negeri saba’ telah dihancurkan
sehancur-hancurnya. “Maka kami jadikan mereka buah mulut dan kami
hancurkan mereka sehancur-hancurnya. Sesungguhnya pada yang demikian itu
benar-benar terdapat tanda- tanda kekuasaan Allah bagi setiap orang
yang sabar lagi bersyukur.” (QS.34:19). Di Indonesia fakta jelas
mengatakan bahwa wilayah nusan tara yang dulunya satu daratan, setelah
banjir besar di jaman es terbagi menjadi 17.000 pulau. Dari 1 menjadi
17.000. dalam sejarah dunia belum pernah ada daratan yang karena suatu
kejadian kemudian menyebabkannya terbagi menjadi 17.000 bagian. Inilah
maksud dari dihancurkan sehancur-hancurnya. Semantara di Yaman tidak ada
fakta semacam itu.
Ketiga belas, “…Kami bataskan padanya perjalanan…”(QS.34:18). Setelah
banjir besar, maka perjalana darat menjadi terbatas karena pulau-pulau
dibatasi lautan. Sementara di Yaman tidak ditemukakan fakta ini.
Keempat belas, Surat dari Nabi Sulaiman unutk ratu Balqis. “Berkata
ia (Balqis): “Hai pembesar-pembesar, sesungguhnya telah dijatuhkan
kepadaku sebuah surat yang mulia. Sesungguhnya surat itu, dari SuIaiman
dan sesungguhnya (isi)nya: “bismillahirrahmaanirrahiim” (QS. 27:29-30).
Di Indonesia ada bukti yang ditemukan di istana ratu boko berupa
lempengan/plat emas bertuliskan bismillahirrahmaanirrahiim. Di Yaman
tidak ada. (Lihat gambar paling atas ATAU lihat videonya di link berikut
:
http://www.youtube.com/watch?feature=player_detailpage&v=W344Ijvxg6w)
Pernahkah
kalian menonton film transformer 1? Nah, di film itu dikisahkan ada
sebuah kubus yg berasal dari langit yg jatuh ke bumi, kubus itu bernama Allspark
seperti gambar disamping. Ada kemungkinan para zionis dibalik layar
film holywood sudah tahu tentang rahasia pelajaran ilmu Allah SWT yaitu
piramida langit dan piramida bumi yg bermakna ilmu Allah seluas langit
dan bumi. Dan kubus yg jatuh dari langit itu adalah ka’bah, kubus
Allspark di piramida langit jatuh ke bumi, serta piramida bumi nya ialah
piramida2 yg sejajar dgn ka’bah seperti piramida giza, dan termasuk jg
borobudur qur’an (jangan kita melihat kubus Allspark di dalam film
transformer adalah untuk bermaksud jahat, tetapi ambilah makna terdalam
yg sebenarnya baik untuk prefrensi pelajaran ilmu Allah SWT yg mereka
tutupi dan dimanipulasi)..
Arsy Borobudur adalah UFO dengan kecepatan cahaya yg mengangkat Rosulullah SAW ke sidrotul muntaha..
Borobudur
qur’an juga bermakna luas, yg salah satu artinya ialah surga yg jatuh ke
bumi melalui kubus ka’bah tetapi surga di bumi ada di negeri ini,
Indonesia adalah 1/3 surga yg jatuh ke bumi, dgn dilihat dari sejajarnya
borobudur dgn hajar aswad dan rukun syam ka’bah..
Ingat, hajar aswad itu bukan dari bumi, benda itu berasal dari surga (dijatuhkan dari surga).
Para zionis sudah tahu tentang hal ini, dan mereka sembunyikan
melalui pesan2 di dalam film2 holywood mereka. Dan ada kemungkinan
mereka juga sudah mempelajari rahasia borobudur qur’an dari jauh hari,
sementara kita umat muslim malah banyak diantara kita yg masih
berselisih apakah benar borobudur yg membuat nabi sulaiman as? Dan
berselisih, benarkah indonesia adalah negeri syam? Tanpa melihat
kebenaran2 alam diluar yg begitu kaya dan diberkahi ini yg kemudian
mempelajarinya..

Dahulu sewaktu kita kecil, kita sering menggambar seperti gambar
diatas “menggambar Matahari diantara dua Gunung”, tahukah kalian?
ternyata ilmu Allah SWT itu datang dari arah yg tidak disangka-sangka
dan seperti khayalan tingkat tinggi anak2, yg sebenarnya adalah NYATA
dan JELAS bahkan menjadi suatu peringatan jika dipelajari khayalan itu
sendiri dengan mengunakan dasar2 dalil.
Admin membahas tentang gambar diatas karena borobudur qur’an itu
berhubungan dengan gambar diatas, kita mengetahui bahwa borobudur itu
banyak mengandung arti “Matahari” dan sebuah kalender matahari, juga
bermakna “Gerhana” jika kita menghubungkan dengan candi Pawon dan candi
Mendut, candi sendiri oleh K.H fahmy basya dikatakan sebagai “Sandi”,
dan sandi untuk borobudur, pawon dan mendut bermaksud mengartikan
gerhana sebagai tanda dekatnya “hari kiamat” sesuai dengan hadits (lihat
hadits tentang munculnya AL-Mahdi dan kiamat). Dan seperti yg admin
bilang borobudur adalah matahari sedangkan dua gunung yg sering kita
gambar sewaktu kita kecil ternyata adalah Gunung Merapi dan Gunung
Merbabu, inilah khayalan tingkat tinggi yg sebenarnya ilmu Allah SWT yg
mengapa admin bahas. Allah SWT membuat pelajaran seperti ini bagi kita
yg mau berfikir bukan hanya dengan akal dan hati, tetapi juga dengan
khayalan yg dihubungkan dengan dalil. Lalu apa maksud Allah SWT dengan
perumpamaan/pelajaran ini? ketahuilah, ini berkaitan tentang siapa
sebenarnya pemimpin/khalifah pada umat akhir zaman ini yaitu AL-Mahdi.
Karena AL-Mahdi adalah seorang lelaki muda berusia dibawah sekitar 40
tahun, dia adalah “TANDA KIAMAT” (melalui tanda2 kiamat gerhana
borobudur, pawon, dan mendut, gunung meletus “perang dunia ke 3″
Matahari borobudur, gunung Merapi dan gunung Merbabu), yg terlihat
seperti dewasa tetapi berkeinginan menjadi seperti anak2 yg mempunyai
banyak khayalan, yg dengan dia khayalan menjadi NYATA seperti halnya
gambar khayalan diatas yg dengan ilmu Allah SWT menjadi nyata melalui
candi borobudur, gunung Merapi dan gunung Merbabu.
﴾ Al Kahfi:93 ﴿
Hingga apabila dia telah sampai di antara dua buah gunung, dia mendapati di hadapan kedua bukit itu suatu kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan.
Bahkan para zionis dan kaum non muslim pun membuat karakter AL-Mahdi
pada film2 mereka yg tentu saja mereka menutupinya dengan “kebathilan”
seperti karakter
Aang di film avatar, naruto, gohan di film dragon ball, percy jakson di film holywood, dll. Kita pasti sering mendengar didalam film2 dan anime
“Seorang anak dalam Ramalan” yg bisa
mengubah dunia dari kesengsaraan, musibah, Tirani, kediktatoran raja atau penguasa jahat, mengubah dunia ke zaman kebahagiaan.wallahu’alam..
Ketahuilah sundaland itulah ialah “Syam”…………
Berdasarkan
“Sastrajenrahayuningrat” istilah
“Sunda” dibentuk oleh tiga suku kata yaitu
SU-NA-DA yang artinya adalah “matahari” ;
-
SU = Sejati/ Abadi
-
NA = Api
-
DA = Besar/ Gede/ Luas/ Agung
Dalam kesatuan kalimat
“Sunda” mengandung arti
“Sejati-Api-Besar” atau
“Api Besar yang Sejati atau bisa juga berarti Api Agung yang Abadi”. Maksud dan maknanya adalah
“Matahari”, didalam AL-Qur’an “Syam” itu artinya matahari dari suroh
“AS-SYAMS”.
﴾ Asy Syams:1 ﴿
Demi matahari dan cahayanya di pagi hari,
﴾ Asy Syams:2 ﴿
dan bulan apabila mengiringinya,
Kedua suroh diatas berhubungan dengan Borobudur Qur’an (Matahari) dan
bulannya adalah candi Pawon serta candi Mendut sebagai Bumi dan hal ini
mengandung makna “Gerhana” (Tanda Kiamat), dan juga mengandung arti
bahwa Kiamat itu sangat dekat waktunya.
﴾ Muhammad:13 ﴿
Dan betapa banyaknya
negeri yang (penduduknya) lebih kuat dari pada (penduduk) negerimu (Muhammad)
yang telah mengusirmu itu. Kami telah membinasakan mereka, maka tidak ada seorang penolongpun bagi mereka.
﴾ Al Maidah:54 ﴿
Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya,
yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap
keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang
tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah,
diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas
(pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui.
Ketahuilah bahwa negeri Indonesia ini yg umat muslimnya mayoritas
terbesar di dunia, yg sejarah2nya telah dimanipulasi oleh kaum bani
Israil terdahulu dan kerajaan arab terdahulu (yg telah mengusir
rosulullah SAW secara tidak langsung ke negeri ini) adalah negeri yg
terasing di mata dunia. Karena dunia telah menzhalimi negeri Indonesia
melalui pemimpin2nya yg bodoh, memasukkan agenda2 pemerintahan
pengalihan isu sehingga rakyatnya tidak mengurus rakyatnya secara moral,
akhlak, dan agama dan tidak mau mengungkap sejarah islam Indonesia yg
sebenarnya tidak mau mengakui identitas siapa sebenarnya indonesia.
Muslim Indonesia yg berada di Timur ini memang muslim yg terasing, dan
Allah SWT akan MEMBANGKITKAN kita umat muslim yg terasing ini dari ufuk
timur ke barat demi menegakkan khilafah, demi menegakkan pemerintahan yg
Adil berdasarkan hukum Allah SWT. Seperti yg dikatakan hadits berikut :
Ahmad dan Ath-Thabrani dari Abdullah bin Amru, ia berkata; Pada suatu
hari saat matahari terbit aku berada di dekat Rasulullah saw., lalu
beliau bersabda:
«يَأْتِي قَوْمٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ نُورُهُمْ كَنُورِ الشَّمْسِ،
قَالَ أَبُو بَكْرٍ: نَحْنُ هُمْ يَا رَسُولَ اللهِ؟ قَالَ: لاَ وَلَكُمْ
خَيْرٌ كَثِيرٌ وَلَكِنَّهُمْ الْفُقَرَاءُ وَالْمُهَاجِرُونَ الَّذِينَ
يُحْشَرُونَ مِنْ أَقْطَارِ اْلأَرْضِ، ثم قَالَ: طُوبَى لِلْغُرَبَاءِ،
طُوبَى لِلْغُرَبَاءِ، قِيْلَ مَنْ الْغُرَبَاءُ؟ قَالَ: نَاسٌ صَالِحُونَ
فِي نَاسِ سَوْءٍ كَثِيرٍ مَنْ يَعْصِيهِمْ أَكْثَرُ مِمَّنْ يُطِيعُهُمْ»
“Akan datang suatu kaum kepada Allah pada hari kiamat nanti. Cahaya mereka bagaikan cahaya matahari.
Abu Bakar berkata, “Apakah mereka itu kami wahai Rasulullah?”
Rasulullah bersabda, “Bukan, tapi kalian mempunyai banyak kebaikan.
Mereka adalah orang-orang fakir yang berhijrah. Mereka berkumpul dari berbagai penjuru bumi.” Kemudian beliau bersabda,
“Kebahagian bagi orang-orang yang terasing, kebahagiaan bagi orang-orang yang terasing.” Ditanyakan kepada beliau, “Siapakah orang-orang yang terasing itu?” Beliau saw. bersabda,
“Mereka
adalah orang-orang shalih, yang jumlahnya sedikit di antara manusia
yang buruk. Orang yang menentang mereka lebih banyak dari pada orang
yang menaatinya.” (Al-Haitsami berkata hadits ini dalam Al-Kabir mempunyai banyak sanad. Para perawinya shahih).
situs megalitikum gunung padang
gunung piramida sadahurip
Gunung piramida lalakon
Ada juga kemungkinan nabi sulaiman AS itu dulu membuat candi-candi
dengan bantuan jin dan hewan-hewan di Indonesia sebagai bukti kebesaran
kekuatan ALLAH SWT kepada masyarakat negeri Indonesia (saba) dulu semasa
orang-orang indonesia masih menyembah matahari, tetapi mereka
(masyarakat indonesia) dulu malah menganggap kekuatan itu semua adalah
‘sihir yg sesat’, kemudian ALLAH SWT pun murka kepada mereka (masyarakat
saba/indonesia) dan didatangkanlah banjir yg sangat besar, sehingga
terkubur dan tenggelamlah semua bangunan-bangunan itu dan semua rakyat
‘saba’, dan hanya meninggalkan sedikit rakyat yg hidup, kemudian iblis
pun datang membisikkan ke sisa-sisa rakyat ‘saba’ yg masih hidup tadi
agar membuat agama baru yaitu hindu dan budha melalui fakta-fakta
peradaban dari candi-candi yg terkubur dan tidak terkubur di semua
daerah indonesia, kecuali orang2 yg beriman.
﴾ Saba’:20 ﴿
Dan sesungguhnya iblis telah dapat membuktikan kebenaran
sangkaannya terhadap mereka lalu mereka mengikutinya, kecuali sebahagian
orang-orang yang beriman.
﴾ Saba’:21 ﴿
Dan tidak adalah kekuasaan iblis terhadap mereka, melainkan
hanyalah agar Kami dapat membedakan siapa yang beriman kepada adanya
kehidupan akhirat dari siapa yang ragu-ragu tentang itu. Dan Tuhanmu
Maha Memelihara segala sesuatu.
﴾ Saba’:40 ﴿
Dan (ingatlah) hari (yang di waktu itu) Allah mengumpulkan mereka
semuanya kemudian Allah berfirman kepada malaikat: “Apakah mereka ini
dahulu menyembah kamu?”.
﴾ Saba’:41 ﴿
Malaikat-malaikat itu menjawab: “Maha Suci Engkau. Engkaulah
pelindung kami, bukan mereka; bahkan mereka telah menyembah jin;
kebanyakan mereka beriman kepada jin itu”.
Ingat, dulu borobudur itu sebenarnya terkubur, begitu juga piramida
yg terkubur menjadi gunung (gunung lalakon, sadahurip,dll) yang memang
gunung-gunung tersebut berumur 9 atau 10 SM (sama seperti zaman nabi
sulaiman As hidup)
Apakah tidak ada yg bertanya-tanya kenapa
gunung padang atau situs megalitikum padang itu ada di tahun sebelum
masehi disaat2 para nabi masih hidup? jika situs megalitikum itu lebih
tua daripada piramida2 mesir yg ada sekarang ini, apakah ini bukan
menjadi suatu sejarah yg janggal? karena pastilah situs megalitikum yg
lebih tua dari piramida mesir akan ada sejarahnya di dalam AL-Qur’an dan
kitab2 yg sebelumnya, karena kitab2 itu juga sebagai pencatat sejarah
kaum2 terdahulu yg dibinasakan, jadi kesimpulannya jika sejarah
indonesia tidak di manipulasi dan sebenarnya ada didalam AL-Qur’an
semua, bagaimana kita menjelaskan tentang situs megalitikum padang,
piramida gunung lalakon yg terkubur, piramida gunung sadahurip yg
terkubur, dan gunung2 piramida lainnya yg sudah ada di zaman para nabi
dan rosul yg telah dibinasakan kaum2 terdahulu yg memiliki peradaban2
itu??? Apakah kita akan membiarkan peradaban sejarah2 ini membuat sesat
generasi2 kita yg akan datang? karena mereka akan mengetahui dan
mengklaim bahwa sejarah di AL-Qur’an itu adalah sebuah kebohongan
setelah mereka mengetahui peradaban sejarah negeri kita lah peradaban
sejarah yg sebenarnya, dan jika mereka sudah berbuat seperti itu maka
akan banyak dampak yg merubah peradaban manusia di masa depan, karena
mereka akan percaya terhadap sejarah Indonesia yg sekarang yg seperti
buah bibir (cerita rakyat/cerita dongeng) padahal sejarah yg asli telah
dimanipulasi. Dampaknya adalah terhadap kepercayaan Agama, akhlak, dan
moral generasi kita di masa depan akan berubah, dan dampak2 seperti ini
akan memicu datangnya hari kiamat lebih cepat dari dugaan sebelumnya,
tanpa munculnya AL-Mahdi dan nabi Isa As dahulu (dikarenakan sejarah
negeri kita tidak dibongkar kebenarannya), dan dari sejarah2 Indonesia
yg telah di manipulasi ini yg menunggu untuk dibongkar semakin
menguatkan bahwa Indonesia termasuk negeri Syam negeri akhir zaman yg di
dalam hadits menyebutkan, Abu Dzar bekata bahwa Rasulullah SAW bersabda :
“Syam bumi kebangkitan.”
(HR. Bazzar no. 3965 & Ahmad no. 27629), dan bukan bumi kebangkitan
jika sejarah2nya tidak diBANGKITKAN atau diBONGKAR……wallahu’alam. [ lihat video borobudur versi AL-Qur'an di link berikut :
http://www.youtube.com/watch?feature=player_detailpage&v=W344Ijvxg6w ]
Propaganda Gatot Kaca yang sebenarnya ialah nabi Sulaiman AS.
“Seorang sejarawan pernah berujar
bahwa sejarah itu adalah versi atau sudut pandang orang yang membuatnya.
Versi ini sangat tergantung dengan niat atau motivasisi pembuatnya.”
namun tidak untuk catatan sejarah yang ada dalam AL-Qur’an.
Menurut sejarah Gatotkaca (
bahasa Sanskerta: घटोत्कच;
Ghattotkacha) adalah seorang tokoh dalam
wiracarita Mahabharata yang dikenal sebagai putra
Bimasena atau
Werkoedara dari keluarga
Pandawa. Ibunya yang bernama
Hidimbi (Harimbi) berasal dari bangsa
rakshasa, sehingga ia pun dikisahkan memiliki kekuatan luar biasa. Dalam
perang besar di Kurukshetra ia banyak menewaskan sekutu
Korawa sebelum akhirnya gugur di tangan
Karna.
Di
Indonesia, Gatotkaca menjadi tokoh
pewayangan yang sangat populer. Misalnya dalam
pewayangan Jawa ia dikenal dengan ejaan
Gatutkaca (
bahasa Jawa:
Gathutkaca). Kesaktiannya dikisahkan luar biasa, antara lain
mampu terbang di angkasa tanpa menggunakan sayap. Menurut sejarah beliau beragama Hindu tetapi yang sebenarnya beliau ialah beragama Islam beliau adalah
nabi sulaiman AS yang mempunyai
mukjizat mengendalikan angin untuk dapat
terbang dilangit, beliau juga mempunyai tinggi yang sama dengan
raksasa karena beliau ialah seorang nabi, sama seperti
nabi adam AS yang juga tinggi seperti
raksasa tetapi beliau tidak terlalu tinggi seperti
nabi adam AS.
Berikut adalah dalil dari ayat AL-Qur’an yang membuktikan Gatot Kaca adalah nabi sulaiman AS :
﴾ Saba’:12 ﴿
“
Dan Kami (tundukkan) angin bagi Sulaiman,
yang perjalanannya di waktu pagi sama dengan perjalanan sebulan dan
perjalanannya di waktu sore sama dengan perjalanan sebulan (pula) dan
Kami alirkan cairan tembaga baginya. Dan sebahagian dari jin ada yang
bekerja di hadapannya (di bawah kekuasaannya) dengan izin Tuhannya. Dan
siapa yang menyimpang di antara mereka dari perintah Kami, Kami rasakan
kepadanya azab neraka yang apinya menyala-nyala.”
Kerajaan Majapahit adalah Kerajaan Islam yang diturunkan oleh Nabi Sulaiman AS.
“Seorang sejarawan pernah berujar
bahwa sejarah itu adalah versi atau sudut pandang orang yang membuatnya.
Versi ini sangat tergantung dengan niat atau motivasisi pembuatnya.”
namun tidak untuk catatan sejarah yang ada dalam AL-Qur’an.
Majapahit adalah sebuah
kerajaan yang berpusat di
Jawa Timur,
Indonesia, yang pernah berdiri dari sekitar tahun
1293 hingga
1500 M. Kerajaan ini mencapai puncak kejayaannya menjadi
kemaharajaan raya yang menguasai wilayah yang luas di
Nusantara pada masa kekuasaan
Hayam Wuruk, yang berkuasa dari tahun
1350 hingga
1389.
Kerajaan Majapahit diyakini sebagai kerajaan
islam yang berdiri setelah banjir besar melanda negeri saba
(indonesia), dan mereka ialah orang-orang yang beriman kepada ALLAH SWT
yang masih tersisa disaat banjir besar tersebut.
﴾ Saba’:16 ﴿
“
Tetapi mereka berpaling, maka Kami datangkan kepada mereka
banjir yang besar dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun
yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon Atsl dan sedikit dari pohon Sidr.”
﴾ Saba’:18 ﴿
“
Dan Kami jadikan antara mereka dan antara negeri-negeri yang
Kami limpahkan berkat kepadanya, beberapa negeri yang berdekatan dan
Kami tetapkan antara negeri-negeri itu (jarak-jarak) perjalanan.
Berjalanlah kamu di kota-kota itu pada malam hari dan siang hari dengan
dengan aman.”
﴾ Saba’:19 ﴿
“
Maka mereka berkata: “Ya Tuhan kami jauhkanlah jarak
perjalanan kami”, dan mereka menganiaya diri mereka sendiri; maka Kami
jadikan mereka buah mulut dan Kami hancurkan mereka sehancur-hancurnya.
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda
kekuasaan Allah bagi setiap orang yang sabar lagi bersyukur.”
Ada sesuatu yang ‘terasa aneh’ menyangkut
kerajaan majapahit yang puing-puing peninggalan kebesaran masa lalunya
masih dapat ditemukan di kawasan Trowulan Mojokerto ini. Sejak memasuki
Sekolah Dasar, kita sudah disuguhi pemahaman bahwa Majapahit adalah
sebuah kerajaan Hindu terbesar yang pernah ada dalam sejarah masa lalu
kepulauan Nusantra yang kini dikenal Indonesia. Inilah sesuatu yang
terasa aneh tersebut.
Pemahaman sejarah tersebut seakan melupakan beragam bukti arkeologis,
sosiologis dan antropologis yang berkaitan dengan Majapahit yang jika
dicerna dan dipahami secara ‘jujur’ akan mengungkapkan fakta yang
mengejutkan sekaligus juga mematahkan pemahaman yang sudah berkembang
selama ini dalam khazanah sejarah masyarakat Nusantara.
‘Kegelisahan’ semacam inilah yang mungkin memotivasi Tim Kajian
Kesultanan Majapahit dari Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP)
Pengurus Daerah Muhammadiyah Yogyakarta untuk melakukan kajian ulang
terhadap sejarah Majapahit. Setelah sekian lama berkutat dengan beragam
fakta-data arkeologis, sosiologis dan antropolis, maka Tim kemudian
menerbitkannya dalam sebuah buku awal berjudul ‘Kesultanan Majapahit,
Fakta Sejarah Yang Tersembunyi’.
Buku ini hingga saat ini masih diterbitkan terbatas, terutama
menyongsong Muktamar Satu Abad Muhammadiyah di Yogyakarta beberapa waktu
yang lalu. Sejarah Majapahit yang dikenal selama ini di kalangan
masyarakat adalah sejarah yang disesuaikan untuk kepentingan penjajah
(Belanda) yang ingin terus bercokol di kepulauan Nusantara.
Akibatnya, sejarah masa lampau yang berkaitan dengan kawasan ini
dibuat untuk kepentingan tersebut. Hal ini dapat pula dianalogikan
dengan sejarah mengenai PKI. Sejarah berkaitan dengan partai komunis ini
yang dibuat dimasa Orde Baru tentu berbeda dengan sejarah PKI yang
dibuat di era Orde Lama dan bahkan era reformasi saat ini. Hal ini
karena berkaitan dengan kepentingan masing-masing dalam membuat sejarah
tersebut.
Dalam konteks Majapahit, Belanda berkepentingan untuk menguasai
Nusantara yang mayoritas penduduknya adalah muslim. Untuk itu,
diciptakanlah pemahaman bahwa Majapahit yang menjadi kebanggaan
masyarakat Indonesia adalah kerajaan Hindu dan Islam masuk ke Nusantara
belakangan dengan mendobrak tatanan yang sudah berkembang dan ada dalam
masyarakat.
Apa yang diungkapkan oleh buku ini tentu memiliki bukti berupa fakta
dan data yang selama ini tersembunyi atau sengaja disembunyikan.
Beberapa fakta dan data yang menguatkan keyakinan bahwa kerajaan
Majpahit sesungguhnya adalah kerajaan Islam atau Kesultanan Majapahit
adalah sebagai berikut:

1. Ditemukan atau adanya koin-koin emas Majapahit yang bertuliskan
kata-kata ‘La Ilaha Illallah Muhammad Rasulullah’. Koin semacam ini
dapat ditemukan dalam Museum Majapahit di kawasan Trowulan Mojokerto
Jawa Timur. Koin adalah alat pembayaran resmi yang berlaku di sebuah
wilayah kerajaan. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa sangat tidak
mungkin sebuah kerajaan Hindu memiliki alat pembayaran resmi berupa koin
emas bertuliskan kata-kata Tauhid.
2. Pada lambang Majapahit (
lambang laskar ALLAH) yang berupa
delapan sinar matahari terdapat beberapa tulisan Arab, yaitu shifat,
asma, ma’rifat, Adam, Muhammad, Allah, tauhid dan dzat. Kata-kata yang
beraksara Arab ini terdapat di antara sinar-sinar matahari yang ada pada
lambang Majapahit ini. (lihat gambar surya majapahit diatas)
Untuk lebih mendekatkan pemahaman mengenai lambang Majapahit ini, maka
dapat dilihat pada logo Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, atau
dapat pula dilihat pada logo yang digunakan Muhammadiyah. Dengan
demikian dapat dikatakan bahwa Majapahit sesungguhnya adalah Kerajaan
Islam atau Kesultanan Islam karena menggunakan logo resmi yang memakai
simbol-simbol Islam.
3. Pendiri Majapahit, Raden Wijaya, adalah seorang muslim. Hal ini
karena Raden Wijaya merupakan cucu dari Raja Sunda, Prabu Guru
Dharmasiksa yang sekaligus juga ulama Islam Pasundan yang mengajarkan
hidup prihatin layaknya ajaran-ajaran sufi, sedangkan neneknya adalah
seorang muslimah, keturunan dari penguasa Sriwijaya. Meskipun bergelar
Kertarajasa Jayawardhana yang sangat bernuasa Hindu karena menggunakan
bahasa Sanskerta, tetapi bukan lantas menjadi justifikasi bahwa beliau
adalah seorang penganut Hindu.
Bahasa Sanskerta di masa lalu lazim digunakan untuk memberi
penghormatan yang tinggi kepada seseorang, apalagi seorang raja. Gelar
seperti inipun hingga saat ini masih digunakan oleh para raja muslim
Jawa, seperti Hamengku Buwono dan Paku Alam Yogyakarta serta Paku Buwono
di Solo.
Di samping itu, Gajah Mada yang menjadi Patih Majapahit yang sangat
terkenal terutama karena Sumpah Palapanya ternyata adalah seorang
muslim. Hal ini karena nama aslinya adalah Gaj Ahmada, seorang ulama
Islam yang mengabdikan kemampuannya dengan menjadi Patih di Kerajaan
Majapahit. Hanya saja, untuk lebih memudahkan penyebutan yang biasanya
berlaku dalam masyarakat Jawa, maka digunakan Gajahmada saja. Dengan
demikian, penulisanGajah Mada yang benar adalah Gajahmada dan bukan
‘Gajah Mada’.

Pada nisan makam Gajahmada di Mojokerto pun terdapat tulisan ‘LaIlaha
Illallah Muhammad Rasulullah’ yang menunjukkan bahwa Patih yang biasa
dikenal masyarakat sebagai Syeikh Mada setelah pengunduran dirinya
sebagai Patih Majapatih ini adalah seorang muslim.
4. Jika fakta-fakta di atas masih berkaitan dengan internal
Majapahit, maka fakta-fakta berikut berhubungan dengan sejarah dunia
secara global. Sebagaimana diketahui bahwa 1253 M, tentara Mongol
dibawah pimpinan Hulagu Khan menyerbu Baghdad. Akibatnya, Timur Tengah
berada dalam situasi yang berkecamuk dan terjebak dalam kondisi konflik
yang tidak menentu.
Dampak selanjutnya adalah terjadinya eksodus besar-besaran kaum
muslim dari TimurTengah, terutama para keturunan Nabi yang biasa dikenal
dengan‘Allawiyah. Kelompok ini sebagian besar menuju kawasan Nuswantara
(Nusantara) yang memang dikenal memiliki tempat-tempat yang eksotis dan
kaya dengan sumberdaya alam dan kemudian menetap dan beranak pinak di
tempat ini. Dari keturunan pada pendatang inilah sebagian besar penguasa
beragam kerajaanNusantara berasal, tanpa terkecuali Majapahit.
Juga ada kemungkinan ramalan jayabaya yg disimpan oleh orang2 jawa
terdahulu itu ialah sebuah manuskrip hadits dari rosulullah SAW atau
para keturunannya dan para sahabat atau tabiin yg pernah tinggal dibumi
nusantara ini, mereka orang2 jawa pada masa sekarang ini menganggap
manuskrip jayabaya (zaman keemasan) sebagai ramalan dari leluhur mereka
dahulu, padahal itu adalah sebuah hadits yg diterjemahkan dalam bahasa
jawa, mungkin para leluhur jawa yg terkena fitnah akhir zaman yg dimulai
sejak dahulu itu ialah para keturunan kerajaan majapahit yg telah
menyimpan hadits itu dari rosulullah SAW atau para sahabat dan tabiin
terdahulu..wallahu’alam
Lihat dan artikan sendiri serat centhini jilid 4 (terusan jangka jayabaya) berikut :
“Kasambêt katranganipun Ki Atyanta bab Kiyamatkobra miturut Hadis kanthi pratandha ngalamat warni 40″
Darimanakah hadits tentang kiamat kubro yg didapat oleh leluhur jawa
terdahulu itu? (lihat serat centhini selengkapnya di link berikut :
http://www.adjisaka.com/tjenthi/index.php/isi-jilid-04/02-kaca-07-11)
lihat manuskrip uga siliwangi berikut yg menyatakan bahwa sejarah kita telah ditukar atau dibuat2 bahkan ada yg dijual ! :
”Daréngékeun! Nu kiwari ngamusuhan urang, jaradi rajana ngan
bakal nepi mangsa: tanah bugel sisi Cibantaeun dijieun kandang kebo
dongkol. Tah di dinya, sanagara bakal jadi sampalan, sampalan kebo
barulé, nu diangon ku jalma jangkung nu tutunjuk di alun-alun. Ti
harita, raja-raja dibelenggu. Kebo bulé nyekel bubuntut, turunan urang
narik waluku, ngan narikna henteu karasa, sabab murah jaman seubeuh
hakan.
Ti dinya, waluku ditumpakan kunyuk; laju turunan urang aya nu lilir,
tapi lilirna cara nu kara hudang tina ngimpi. Ti nu laleungit, tambah
loba nu manggihna. Tapi loba nu pahili, aya kabawa nu lain mudu diala!
Turunan urang loba nu hanteu engeuh, yén jaman ganti lalakon ! Ti dinya
gehger sanagara. Panto nutup di buburak ku nu ngaranteur pamuka jalan;
tapi jalan nu pasingsal!
Nu tutunjuk nyumput jauh; alun-alun jadi suwung, kebo bulé kalalabur;
laju sampalan nu diranjah monyét! Turunan urang ngareunah seuri, tapi
seuri teu anggeus, sabab kaburu: warung béak ku monyét, sawah béak ku
monyét, leuit béak ku monyét, kebon béak ku monyét, sawah béak ku
monyét, cawéné rareuneuh ku monyét. Sagala-gala diranjah ku monyét.
Turunan urang sieun ku nu niru-niru monyét. Panarat dicekel ku monyet
bari diuk dina bubuntut. Walukuna ditarik ku turunan urang keneh. Loba
nu paraeh kalaparan. ti dinya, turunan urang ngarep-ngarep pelak jagong,
sabari nyanyahoanan maresék caturangga. Hanteu arengeuh, yén jaman geus
ganti deui lalakon.”
- ”Dengarkan! yang saat ini memusuhi kita (yahudi zionis), akan
berkuasa hanya untuk sementara waktu: tanahnya kering (tanah
palestina/israel) padahal di pinggir sungai Cibantaeun dijadikan kandang
kerbau kosong. Nah di situlah, sebuah negara akan pecah, pecah (konflik
peperangan) oleh kerbau bule, yang digembalakan (berkonspirasi dengan)
oleh orang yang tinggi dan memerintah di pusat kota (pemerintah dan
presiden munafik). Semenjak itu, raja-raja dibelenggu (dibelenggu oleh
nafsu keduniawian dan simpatik barat). Kerbau bule memegang kendali, dan
keturunan kita hanya jadi orang suruhan (orang2 zaman sekarang menjadi
budak/bekerja dengan orang2 luar/non muslim). Tapi kendali itu tak
terasa sebab semuanya serba dipenuhi dan murah serta banyak
pilihan(orang2 zaman sekarang banyak yg lalai dengan amalan akhirat
dikarenakan banyak nafsu duniawinya).Semenjak itu, pekerjaan dikuasai
monyet (pekerjaan2 kita di pantau dan dikendalikan oleh orang2 yahudi,
melalui teknologi). Suatu saat nanti keturunan kita akan ada yang sadar,
tapi sadar seperti terbangun dari mimpi. Dari yang hilang dulu
semakin banyak yang terbongkar. Tapi banyak yang tertukar sejarahnya,
banyak yang dicuri bahkan dijual! Keturunan kita banyak yang tidak tahu,
bahwa jaman sudah berganti! (zaman sudah berganti dari zaman yg
bersistem pemerintahan diktator demokrazi menjadi zaman menuju zaman
keemasan, yg dimana terdapat banyak huru-hara dan peperangan sebelum
zaman keemasan) Pada saat itu geger di seluruh negara.
Pintu dihancurkan oleh mereka para pemimpin (pemimpin2 pemerintah
berkhianat kepada musuh), tapi pemimpin yang salah arah!Yang memerintah
bersembunyi, pusat kota kosong, kerbau bule kabur. Negara pecahan
diserbu monyet! (negara Indonesia diserbu oleh kaum yahudi zionis!)
keturunan kita enak tertawa, tapi tertawa yang terpotong, sebab
ternyata, pasar habis oleh penyakit, sawah habis oleh penyakit, tempat
padi habis oleh penyakit, kebun habis oleh penyakit, perempuan hamil
oleh penyakit. semuanya diserbu oleh penyakit. Keturunan kita takut oleh
segala yang berbau penyakit. Semua alat digunakan untuk menyembuhkan
penyakit sebab sudah semakin parah. yang mengerjakannya masih bangsa
sendiri. Banyak yang mati kelaparan. Semenjak itu keturunan kita banyak
yang berharap bisa bercocok tanam sambil sok tahu membuka lahan. Mereka
tidak sadar bahwa jaman sudah berganti cerita lagi.”
Lihat penggalan manuskrip uga siliwangi dibawah ini yg mirip dengan cerita hikmah dari
tabi’in Abu Muslim Al Khaulani,
pada suatu hari memasuki sebuah masjid.
Ia melihat sekelompok orang berkumpul yang kelilhatannya hendak
berzikir kepada Allah. Beliau ikut duduk bersama mereka. Tiba-tiba
salah seorang di antara mereka mengatakan,” Anakku tidak datang, rupanya
ia terkena ini dan itu” dan yang lainnya berkata “ Anakku sudah
menyiapkan ini dan itu.”
Seusai menatap mereka,
tabi’in agung ini berkata,” Subhanallah tahukah kalian,
permisalan antara diriku dan kalian? Yaitu seperti seseorang yang tertimpa hujan yang sangat lebat. Ketika ia menoleh dilihatnya
dua pintu rumah yang sangat besar, lalu ia berucap,
”Sebaiknya aku masuk rumah ini hingga hujan reda”. Lalu ia masuk, ternyata rumah itu tidak beratap. Kemudian aku ikut duduk bersama kalian dan
aku berharap kalian berada dalam zikir dan kebajikan,
ternyata kalian adalah ashab ad-dunya pecinta dunia.”
“…..Nyaéta budak angon. Imahna di birit leuwi, pantona batu satangtungeun….”
“….Dialah Anak Gembala. Rumahnya di belakang
sungai, pintunya setinggi batu…”
didalam cerita hikmah tabiin diatas kita bisa menemukan persamaan2
dengan penggalan manuskrip uga siliwangi tentang tempat tinggal anak
gembala/satrio piningit/AL-Mahdi, yaitu
dibelakang sungai atau di dekat daerah yg memiliki air yg banyak (karena bermakna luas), dan kita temukan persamaan kata pada penggalan uga siliwangi
pintunya setinggi batu…” dan kata
dua pintu rumah yang sangat besar..”
pada cerita hikmah tabiin diatas, kalimat2 tersebut menguatkan bahwa
AL-Mahdi adalah anak gembala dan anak gembala adalah satrio piningit,
dan hal2 ini juga membuktikan bahwa ilmu Allah SWT meliputi segala
sesuatu, dan pastinya tabiin
Abu Muslim Al Khaulani ada hubungannya dengan manuskrip uga siliwangi ini, karena perkataan dan hikmahnya sama dengan uga siliwangi.
Lalu apa hubungan yg menguatkan lagi dari hikmah tabiin diatas dengan tempat tinggal AL-Mahdi/anak gembala?
Inilah hubungan yg menguatkannya dari manuskrip jayabaya :
padha kaping 16
“Ana ratu kinuya-kuya, mungsuhe njaba njero, ibarate endhog
ngapit sela, gampang pecahe, nanging rineksa Hyang Suksma, mungsuhe
kaweleh-weleh,”
“
ada ratu yang teraniaya (RATU ADIL/SATRIO PININGIT),
musuhnya
luar dalam (di luar para zionis mencarinya, didalam keluarganya sering
membencinya, keluarganya selalu membahas tentang keduniawian yg dibenci
AL-Mahdi), ibarat telur terhimpit batu, mudah pecah,
tetapi selalu dijaga keselamatannya oleh Tuhan, sehingga musuhnya
menanggung malu sendiri (menanggung malu sendiri pada saat sudah diutus
oleh Allah SWT untuk menjadi khalifah)”
“ratu mau banget teguhe kinuya-kuya ora rinasa, malah weh suka
raharja, kaesa mbelani negara sigar semangka, ambeg utama tan duwe
pamrih, mung netepi kasatriyane, tambal bandha mau, mung ngengeti
kawukane,”
“
ratu tadi sangat tabah teraniaya tidak dirasakannya, sebaliknya memberikan kesejahteraan kepada yang menganiaya, demi
membela negara secara adil seperti membelah semangka, budi pekertinya
yang sungguh mulia tidak memiliki pamrih, hanya memenuhi tanggung
jawabnya sebagai kesatria (kodratulah), bersedia mengeluarkan hartanya
karena ingat sejatinya tugas dan tanggung jawab manusia lahir ke dunia
(sangkan paraning dumadi).”
Wallahu’alam..
Lihat lagi manuskrip uga siliwangi berikut :
“Engké, mun geus témbong budak angon! Ti dinya loba nu ribut, ti
dapur laju salembur, ti lembur jadi sanagara! Nu barodo jaradi gélo
marantuan nu garelut, dikokolotan ku budak buncireung! Matakna garelut?
Marebutkeun warisan. Nu hawek hayang loba; nu boga hak marénta
bagianana. Ngan nu aréling caricing. Arinyana mah ngalalajoan. Tapi
kabarérang.”
artinya : “Nanti, saat munculnya anak gembala!
di situ akan banyak huru-hara, yang bermula di satu daerah semakin lama
semakin besar meluas di seluruh negara. yang tidak tahu menjadi gila dan
ikut-ikutan menyerobot dan bertengkar. Dipimpin oleh pemuda gendut! Sebabnya bertengkar? Memperebutkan tanah.
Yang sudah punya ingin lebih, yang berhak meminta bagiannya. Hanya yang
sadar pada diam, mereka hanya menonton tapi tetap terbawa-bawa.”
analisis berdasarkan yg Haq dan yg bathil :
ketika anak
gembala atau imam mahdi satrio piningit muncul, perang dunia ke 3 telah
pecah, banyak huru hara di setiap negara termasuk Indonesia, disaat itu
orang2 kafir dan umat muslim yg berkhianat di pimpin oleh pria Gendut yg
memperebutkan tanah, siapa pria gendut ini? dan tanah negara mana yg
dia perebutkan? kalian pasti tahu, dia ialah DAJJAL LAKNATULLAH yg
memperebutkan/mengambil paksa tanah palestina, juga tanah2 negara2 di
seluruh dunia untuk mendirikan “Israel Raya”.
Lihat dan pahami manuskrip uga siliwangi berikut yg mirip dengan hadits rosulullah SAW tentang keutamaan negeri SYAM :
“Lalakon urang ngan nepi ka poé ieu, najan dia kabéhan ka ngaing pada
satia! Tapi ngaing henteu meunang mawa dia pipilueun, ngilu hirup jadi
balangsak, ngilu rudin bari lapar. Dia mudu marilih, pikeun hirup ka
hareupna, supaya engké jagana, jembar senang sugih mukti, bisa
ngadegkeun deui Pajajaran! Lain Pajajaran nu kiwari, tapi Pajajaran anu
anyar, nu ngadegna digeuingkeun ku obah jaman! Pilih! ngaing moal
ngahalang-halang. Sabab pikeun ngaing, hanteu pantes jadi Raja, anu
somah sakabéhna, lapar baé jeung balangsak.”
“Daréngékeun! Nu dék tetep ngilu jeung ngaing, geura misah ka beulah
kidul! Anu hayang balik deui ka dayeuh nu ditinggalkeun, geura misah ka
beulah kalér! Anu dék kumawula ka nu keur jaya, geura misah ka beulah
wétan! Anu moal milu ka saha-saha, geura misah ka beulah kulon!”
“Daréngékeun! Dia nu di beulah wétan, masing nyaraho: Kajayaan milu
jeung dia! Nya turunan dia nu engkéna bakal maréntah ka dulur jeung ka
batur. Tapi masing nyaraho, arinyana bakal kamalinaan. Engkéna bakal aya
babalesna. Jig geura narindak!”
“Dia nu di beulah kulon! Papay ku dia lacak Ki Santang! Sabab
engkéna, turunan dia jadi panggeuing ka dulur jeung ka batur. Ka batur
urut salembur, ka dulur anu nyorang saayunan ka sakabéh nu rancagé di
haténa. Engké jaga, mun tengah peuting, ti gunung Halimun kadéngé sora
tutunggulan, tah éta tandana; saturunan dia disambat ku nu dék kawin di
Lebak Cawéné. Ulah sina talangké, sabab talaga bakal bedah! Jig geura
narindak! Tapi ulah ngalieuk ka tukang!”
“Dia nu marisah ka beulah kalér, daréngékeun! Dayeuh ku dia moal
kasampak. Nu ka sampak ngan ukur tegal baladaheun. Turunan dia, lolobana
bakal jadi somah. Mun aya nu jadi pangkat, tapi moal boga kakawasaan.
Arinyana engké jaga, bakal ka seundeuhan batur. Loba batur ti nu
anggang, tapi batur anu nyusahkeun. Sing waspada!”
Artinya :
(1).“Perjalanan kita hanya sampai disini hari ini,
walaupun kalian semua setia padaku! Tapi aku tidak boleh membawa kalian
dalam masalah ini, membuat kalian susah, ikut merasakan miskin dan
lapar. Kalian boleh memilih untuk hidup kedepan nanti, agar besok lusa,
kalian hidup senang kaya raya dan bisa mendirikan lagi Pajajaran! Bukan
Pajajaran saat ini tapi Pajajaran yang baru yang berdiri oleh perjalanan
waktu! Pilih! aku tidak akan melarang, sebab untukku, tidak pantas jadi
raja yang rakyatnya lapar dan miskin.”
(2).”Dengarkan! Yang ingin tetap ikut denganku, cepat memisahkan diri ke selatan!
Yang ingin kembali lagi ke kota yang ditinggalkan, cepat memisahkan
diri ke utara! Yang ingin berbakti kepada raja yang sedang berkuasa,
cepat memisahkan diri ke timur! Yang tidak ingin ikut siapa-siapa, cepat memisahkan diri ke barat!”
(3).”Dengarkan! Kalian yang di timur harus tahu:
Kekuasaan akan turut dengan kalian! dan keturunan kalian nanti yang
akan memerintah saudara kalian dan orang lain. Tapi kalian harus ingat,
nanti mereka akan memerintah dengan semena-mena. Akan ada pembalasan
untuk semua itu. Silahkan pergi!”
(4). “Kalian yang di sebelah barat! Carilah oleh
kalian Ki Santang! Sebab nanti, keturunan kalian yang akan mengingatkan
saudara kalian dan orang lain. Ke saudara sedaerah, ke saudara yang
datang sependirian dan semua yang baik hatinya. Suatu saat nanti,
apabila tengah malam, dari gunung Halimun terdengar suara minta tolong,
nah itu adalah tandanya. Semua keturunan kalian dipanggil oleh yang mau
menikah di Lebak Cawéné. Jangan sampai berlebihan, sebab nanti telaga
akan banjir! Silahkan pergi! Ingat! Jangan menoleh kebelakang!”
(5). “Kalian yang di sebelah utara! Dengarkan!
Kota takkan pernah kalian datangi, yang kalian temui hanya padang yang
perlu diolah. Keturunan kalian, kebanyakan akan menjadi rakyat biasa.
Adapun yang menjadi penguasa tetap tidak mempunyai kekuasaan. Suatu hari nanti akan kedatangan tamu, banyak tamu dari jauh, tapi tamu yang menyusahkan. Waspadalah!”
Bandingkan dengan hadits berikut :
Abdullah bin Hawalah Azdy berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya
kalian akan menjadi pasukan-pasukan perang, satu pasukan di Syam, satu
pasukan di Iraq dan satu pasukan di Yaman.” Aku bertanya, “Wahai
Rasulullah, pilihkan untukku!” Rasulullah menjawab, “Pilihlah Syam, dan
barangsiapa yang enggan maka hendaklah ia bergabung dengan dengan Yaman
dan meminum dari kolam-kolam air Yaman. Sesungguhnya Allah telah
menaungi Syam dan penduduknya.” (HR. Shahih Ibnu Hibban no. 7306)
dari manuskrip uga siliwangi diatas bermaksud untuk mengartikan hadits keutamaan negeri syam diatas, berikut pembahasannya :
makna dari kata hadits :
“Sesungguhnya kalian akan menjadi pasukan-pasukan perang, adalah arti dari manuskrip uga sili wangi no 1 diatas.
makna dari kata hadits : “
satu pasukan di Syam, satu pasukan di Iraq dan satu pasukan di Yaman.” Aku bertanya, “Wahai Rasulullah, pilihkan untukku!”
adalah arti dari manuskrip uga sili wangi no 2 diatas.
makna dari kata hadits : “
Rasulullah menjawab, “Pilihlah Syam
adalah arti dari manuskrip uga sili wangi no 3 diatas (syam berada di Timur)
makna dari kata hadits : “
dan barangsiapa yang enggan maka hendaklah ia bergabung dengan dengan Yaman dan meminum dari kolam-kolam air Yaman.”
adalah arti dari manuskrip uga sili wangi no 4 diatas (telaga dan banjir bermakna meminum dari kolam2 air yaman)
makna dari kata hadits :
Sesungguhnya Allah telah menaungi Syam dan penduduknya.”
adalah arti dari manuskrip
uga sili wangi no 5 diatas (“…dan penduduknya” yg bermaksud daerah di
utara negeri syam yg akan insya Allah akan ALLAH SWT lindungi melalui
malaikat2nya dari perang besar)
wallahu’alam…
Lihat dan pahami lagi manuskrip uga siliwangi yg lain berikut :
”Ti mimiti poé ieu, Pajajaran leungit ti alam hirup. Leungit
dayeuhna, leungit nagarana. Pajajaran moal ninggalkeun tapak, jaba ti
ngaran pikeun nu mapay. Sabab bukti anu kari, bakal réa nu malungkir!
Tapi engké jaga bakal aya nu nyoba-nyoba, supaya anu laleungit kapanggih
deui. Nya bisa, ngan mapayna kudu maké amparan. Tapi anu marapayna loba
nu arieu-aing pang pinterna. Mudu arédan heula.”
- “Semenjak hari ini, Pajajaran hilang dari alam
nyata.(syam hilang sejarahnya di waktu yg akan datang, karena akan
dimanipulasi). Hilang kotanya, hilang negaranya. Pajajaran tidak akan meninggalkan jejak,(syam tidak akan meninggalkan jejak kebenaran sejarah) selain
nama untuk mereka yang berusaha menelusuri.(nama syam dari hadits dan
tafsiran AL-Qur’an, yg banyak dimanipulasi oleh kaum zionis yg
berkonspirasi dengan kerajaan arab saudi) Sebab bukti
yang ada akan banyak yang menolak!(bukti bahwa indonesia adalah syam,
saba adalah daerah di negeri syam, madinah adalah pulau jawa, damaskus
adalah ibukota dari negeri syam, dan Ghuthah adalah nama tempat di
ibukota damaskus) tapi suatu saat akan ada yang mencoba, supaya yang hilang bisa ditemukan kembali. Bisa saja, hanya
menelusurinya harus memakai dasar.(menelusuri dengan dasar dalil dari
AL-Qur’an, AL-Hadits dan pembeda mana yg haq dan mana yg bathil)
Tapi yang menelusurinya banyak yang sok pintar dan sombong. Dan bahkan
berlebihan kalau bicara.(mungkin yg dimaksud disini adalah ahli sejarah
indonesia yg sombong karena memanipulasi sejarah agar bisa dijual
melalui film2/drama2 lihat film damarwulan, apakah terlihat berlebihan?
yg tentu saja jika sejarah yg asli yg sbenarnya berbau peradaban islam
paling besar pihak barat atau asing akan langsung menganggap indonesia
adalah negeri teroris)”
wallahu’alam..
lihatlah potongan dari manuskrip jayabaya berikut yg mirip sekali
dengan hadits, berbau agama islam, lihat juga manuskrip jayabaya yg
lainnya, cocokanlah dengan hadist akhir zaman atau imam mahdi :
Serat musarar joyoboyo :
dalam bait ke 27 berbunyi : “Dene besuk nuli ana, tekane kang
tunjung putih, semune pudhak kasungsang, bumi mekah dennya lair, iku
kang angratoni, jagad kabeh ingkang mengku, juluk ratu amisan, sirep
musibating bumi, wong nakoda milu manjing ing samuwan.“
artinya :
“Kemudian kelak akan datang tungjung putih semune pudak
kasungsang, lahir di bumi mekah, menjadi raja dunia, bergelar ratu
amisan, redalah kesengsaraan (kezhaliman) di bumi, nakhoda ikut
persidangan.”
perlambang tunjung putih semune pudak kasungsang memiliki makna
seorang yg masih tersembunyi berhati suci dan bersih (sama seperti
AL-mahdi yg masih bersembunyi). Inilah seorang pemimpin yg dikenal
banyak orang dengan nama “satrio piningit”. Lahir di bumi mekah
merupakan makna bahwa pemimpin tersebut adalah seorang muslim sejati yg
memiliki ilmu tingkat ketauhidan yg sangat tinggi, satrio piningit ialah
Imam Mahdi (AL-Mahdi).
makna2 sebenarnya yg termaksud di manuskrip2 jayabaya dan uga siliwangi (manuskrip akhir zaman dan perang dunia ke 3) :
*keturunan dewa/ dewa : keturunan nabi, dewa = nabi, orang beriman yg mempunyai ilmu tauhid yg tinggi.
*batara kresna : rosulullah saw
*baladewa : nabi2 terdahulu
*trisula wedha : kitabullah (AL-Qur’an)
*batara surya/budak angon : imam mahdi/satrio piningit
*monyet : kaum yahudi/bani israil
*kerbau bule : orang barat
*Pajajaran/SUNDA : SYAM
makna2 perkataan yg lainnya jangan kita pahami dahulu, karena bisa
saja kata2 yg kita tidak mengetahui maksudnya itu adalah kata2 yg
diubah2 oleh leluhur jawa terdahulu yg terkena hasutan fitnah akhir
zaman tetapi ada juga kemungkinan bahwa manuskrip2 jawa dan sunda itu
sengaja dibuat seperti kata2 pepatah agar kita mencari tahu artinya atau
mentadabburi seperti AL-Qur’an, Wallahu’alam……
berikut ARTIKEL KUAT YANG MEMBUTIKAN BAHWA INDONESIA
ADALAH NEGERI SYAM NEGERI AKHIR ZAMAN, YG DI DALAMNYA IMAM MAHDI MUNCUL
DI NEGERI INI, BAHKAN LELUHUR2 JAWA TERDAHULU TELAH MENUTUPI DAN
MEMANIPULASI KEBERADAAN IMAM MAHDI DENGAN MENGKLAIM BAHWA MANUSKRIP2 ITU
ADALAH SEBUAH TEMBANG ATAU LAGU, BERIKUT LINK NYA : http://wp.me/p3gX77-9l
Bandingkan dengan hadits yg diriwayatkan oleh imam ali bin abi thalib
RA berikut yg mirip dengan manuskrip2 jayabaya yg ada sekarang ini,
berikut hadits imam ali RA :
“Aku khawatir terhadap suatu masa yang rodanya dapat menggilas keimanan.
Keyakinan hanya tinggal pemikiran, yang tak berbekas dalam perbuatan.
Ada ahli ibadah tapi mewarisi kesombongan iblis.
Ada ahli maksiat rendah hati bagaikan sufi.
Ada yang banyak tertawa hingga hatinya berkarat dan ada yang banyak menangis karena kufur nikmat.
Ada yang murah senyum tapi hatinya mengumpat dan ada yang berhati tulus tapi wajahnya cemberut.
Ada yang berlisan bijak tapi tak memberi teladan, dan ada pezina yang tampil menjadi figur.
Ada orang punya ilmu tapi tak paham, ada yang paham tapi tak menjalankan.
Ada yang pintar tapi membodohi, ada yang bodoh tapi tak tau
diri. Ada orang beragama tapi tak berakhlak dan ada yang berakhlak tapi
tak bertuhan.
Lalu di antara semua itu di mana aku berada?”
(Imam Ali Bin Abi Thalib)
dan bandingkan manuskrip jangka jayabaya berikut dengan hadits
tentang Imam Mahdi yg akan mewarisi ilmu kenabian seperti nabi sulaiman
as :
bait terakhir 162 :
“
akeh wong dicakot lemut mati
akeh wong dicakot semut sirna
akeh swara aneh tanpa rupa
bala prewangan makhluk halus padha baris, pada rebut benere garis
tan kasat mata, tan arupa
sing madhegani putrane Bethara Indra
agegaman trisula wedha
momongane padha dadi nayaka perang
perange tanpa bala
sakti mandraguna tanpa aji-aji.”
artinya :
“banyak orang digigit nyamuk,
mati banyak orang digigit semut, mati
banyak suara aneh tanpa rupa
pasukan makhluk halus sama-sama berbaris, berebut garis yang benar
tak kelihatan, tak berbentuk
yang memimpin adalah putra Batara Indra,
bersenjatakan trisula wedha
para asuhannya menjadi perwira perang
jika berperang tanpa pasukan
sakti mandraguna tanpa azimat.”
“Al Mahdi adalah seseorang yang berbicara dengan bahasa binatang dan hewan lainnya.
Oleh karena itu, keadilannya akan terlihat dengan sendirinya atas
seluruh manusia dan jin.” (Allamah Muhaqqiq Ash-Sharif Muhammad ibn ‘Abd
al-Rasul, Al-Isaatu li Asrat’is-saat, hal. 188)
“Al Mahdi (orang yang paling benar diberi petunjuk) akan mengatur dunia ini seperti Nabi Dzulqarnain dan Nabi Sulaiman.” (Ibn Hajar al-Haythami, Al-Qawl al-Mukhtasar fi `Alamat al-Mahdi al-Muntazar, hal. 29)
Berarti dari sini kita harus beralih kembali ke syariat islam dan
membaca hadist nabi muhammad SAW tentang imam mahdi..(lihat artikel imam
mahdi di :
http://wp.me/p3gX77-3o)
Rasulullah SAW pernah bersabda tentang AL-Mahdi :
“Sungguh bumi
ini akan dipenuhi oleh kezhaliman dan kesemena-menaan. Dan apabila
kezhaliman serta kesemena-menaan itu telah penuh, maka ALLAH SWT akan
mengutus seorang laki2 yg berasal dari umatku, namanya seperti namaku
dan nama bapaknya seperti nama bapakku, maka ia akan memenuhi bumi dgn
keadilan dan kemakmuran, sebagaimana ia (bumi) telah dipenuhi sebelum
itu oleh kezhaliman dan kesemena-menaan. Diwaktu itu langit tidak akan
menahan setetes pun dari tetesan airnya, dan bumi pun tak akan menahan
sedikitpun dari tanamannya, maka ia akan hidup bersama kamu selama 7
thn, atau 8 thn atau 9 thn.” (Hadist riwayat Thabrani)
sudah tidak bisa disangkal lagi, satrio piningit ialah Imam Mahdi (AL-Mahdi)…wallahu’alam.
Dan tanda bergantinya zaman dari zaman
pemerintahan diktator (liberal/demokrasi) atau zaman kala bendu ke zaman
keemasan atau kala suba ada di manuskrip ini : Dalam Manuskrip “Salam
wa Harb fi Akhir Jaman Ar Rabb (Perpustakaan kitab Khannah di Istanbul,
Turki ditulis oleh Al Harits bin Sallam bin Mu’adz bin Madzhan al
Madani) Atsar dari Abu Hurairah ra.
Ini adalah cuplikan perkataan nabi di manuskrip yang ditulis ulang oleh peneliti berjudul : “Salam wa Harb fi Akhir Jaman ar Rabb“.
“Dari Ibnu Abbas dan Ali ra. Bahwa Abu Hurairah menjelang maut,
ia berkata kepada orang-orang disekelilingnya, “Aku mempunyai informasi
tentang peperangan-peperangan yang terjadi di Akhir jaman”, maka
orang-orang berkata, “Beritahukan kepada kami, tidak mengapa, semoga
Allah memberimu pahala yang lebih baik”,
“….dan peperangan di sebuah negeri yang lebih kecil dari pada tulang ekor, yang menghimpun semua penduduk dunia, seakan akan ia adalah negara paling kaya yang sedang berpesta pora.
pemimpin di negeri itu menyerahkan panjinya kepada seorang ‘pemimpin
kejahatan’ yang datang dari pantai (nun) jauh dibarat sebagai awal
proses berakhirnya jaman. maka, pemimpin kejahatan itu
mengumpulkan semua suaranya dari seluruh dunia, mengembalikan singgasana
sang raja, menghancurkan irak dalam pembantaian pembantaian yang
merupakan permulaan berakhirnya jaman. amir (pemimpin) negara
tulang ekor yang kecil itu akan memerangi al mahdi dan sudah tiba
kehancuran negeri itu sekali lagi, karena amirnya adalah biang
kerusakan… al mahdi membunuhnya, dengan terbunuhnya sang amir, maka
tulang ekor kembali kepada tubuh…
Banyak yg menafsirkan bahwa negeri tulang ekor ini adalah Kuwait, dan kuwait meminta bantuan kepada amerika karena negaranya diserang irak, padahal negeri tulang ekor disini bukanlah kuwait, Yang dimaksud
negeri tulang ekor pada manuskrip diatas adalah
kota jakarta,
kita harus membandingkan kebenaran tafsiran ini dari kejadian2 yg
tertulis didalam manuskrip ini dan menghubungkannya dengan kejadian2 yg
berkaitan dengan manuskrip ini diantara kuwait dan kota jakarta mana yg
paling mendekati kebenaran kejadian2nya, karena kota jakarta sangat sesuai dengan perkataan dalam manuskrip kuno itu, dari bentuk wilayahnya berdasarkan kata2 ini “..
negeri yang lebih kecil dari pada tulang ekor..” kita bisa melihat bahwa peta pulau2 yg seperti
“tulang ekor” adalah pulau sumatera dan jawa (karena pulau2 ini dahulunya satu) dan bisa dipastkan bahwa
“yang lebih kecil dari tulang ekor”
adalah jakarta, karena bentuk peta jakarta mirip tulang pinggul/tulang
selangkangan (lebih kecil dari tulang ekor), lalu dari perkataan “
seakan akan ia adalah negara paling kaya yang sedang berpesta pora.
pemimpin di negeri itu menyerahkan panjinya kepada seorang ‘pemimpin
kejahatan’ yang datang dari pantai (nun) jauh dibarat sebagai awal
proses berakhirnya jaman.” perkataan ini sangat mirip dengan peristiwa pengangkatan Jokowi dan ahok sebagai Gurbernur dan wakil Gurbernur DKI Jakarta, perkataan “..
‘pemimpin kejahatan’ yang datang dari pantai (nun) jauh dibarat..” maksudnya adalah jokowi yg telah dipilih oleh para zionis dibarat melalui
“rotary club” yg
dibentuk oleh para zionis dibarat, kita bisa mengetahui club zionis ini
jika kita menelusuri di dunia maya banyak yg membahas club ini , yg
kemudian setelah pengangkatan itu tahun pun berganti, dan jokowi dan
wakilnya menggelar pesta besar2an di malam tahun baru dan ini sebagai
awal proses berakhirnya zaman, jokowi seakan-akan tidak tahu bahwa
diluar sana saudara2 muslimnya sedang dibantai dan dizhalimi malah
mengadakan pesta besar2an, dan ini telah jelas tandanya setelah pesta
itu berakhir tidak lama kemudian banjir pun melumpuhkan kota jakarta,
dan tanda yg paling jelas bagi teguran dari Allah SWT adalah ditempat
pelaksanaan acara pesta malam tahun baru itu di pusat kota (bundaran HI
dan sekitarnya termasuk istana presiden) pun di lumpuhkan oleh banjir,
inilah awalnya, inilah tandanya dan berdasarkan tanda2 alam yg sudah
terbukti setelah jokowi menjabat selama 2013 kemarin, banyak kejadian2
yg sesuai dengan hadits akhir zaman (buka link ini :
http://wp.me/p3gX77-5T)..wallahu’alam.
Dan negeri tulang ekor itu kelak akan hancur lagi seperti pada zaman nabi terdahulu, karena ada perkataan seperti ini “amir
(pemimpin) negara tulang ekor yang kecil itu akan memerangi al mahdi
dan sudah tiba kehancuran negeri itu sekali lagi, karena amirnya adalah
biang kerusakan… al mahdi membunuhnya, dengan terbunuhnya sang amir,
maka tulang ekor kembali kepada tubuh…” amir/pemimpin kota jakarta akan
memusuhi/memerangi AL-Mahdi, dan dianggap TERORRIS, karena amir
(pemimpin) kota jakarta tidak berpegang kepada hukum Allah SWT, Sehingga
amir itu selalu berbuat kerusakan kepada warganya, dengan kerusakan
moral dengan banyak mengadakan pesta pora dan acara2 bid’ah, kemudian
kelak AL-Mahdi akan membalas apa yang dikerjakan amir kota itu selama
ini..wallahu’alam.
Inilah beberapa bukti dari fakta dan
data yang mengungkapkan bahwa sesungguhnya Majapahit adalah Kesultanan
Islam yang berkuasa di sebagian besar kawasan yang kini dikenal sebagai
Asia Tenggara ini. Sekali lagi terbukti bahwa sejarah itu adalah versi,
tergantung untuk apa sejarah itu dibuat dan tentunya terkandung di
dalamnya beragam kepentingan. Kecuali sejarah indonesia yang ada didalam AL-Qur’an.
ALLAH SWT murka atas kedurhakaan bangsa
saba (Indonesia) dan kaum nabi nuh As,
mereka mendustakan ayat-ayat ALLAH SWT dan menganggapnya sihir yg
diada-adakan dan karena kedengkian mereka, sehingga ALLAH SWT pun tidak
meridhoi peradaban islam di Indonesia dikarenakan orang-orang Indonesia
terdahulu tidak bersyukur akan kebesaran ALLAH SWT dan mensyukuri
nikmatNYA, banjir besar pun datang sebagai pertanda murka ALLAH SWT :
(Saba’:16 )
Tetapi mereka berpaling, maka Kami datangkan kepada mereka banjir
yang besar dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang
ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon Atsl dan sedikit dari
pohon Sidr.
“Dan Kami jadikan antara mereka dan antara negeri-negeri yang
Kami limpahkan berkat kepadanya, beberapa negeri yang berdekatan dan
Kami tetapkan antara negeri-negeri itu (jarak-jarak) perjalanan.
Berjalanlah kamu di kota-kota itu pada malam hari dan siang hari dengan
dengan aman” (QS AS-Saba ayat 18). Pulau-pulau di Indonesia pun
terpisah-pisah, yg tadinya bersatu.
semua ini adalah bagian dari Rukun Iman, dan yg terkhusus
Rukun Iman ke-3 yaitu
AL-Qur’an,
percayalah Rukun Iman, kita sebagai umat muslim yg beriman kepada yg
ghaib (ALLAH SWT & para Malaikat) harus mempertanyakan, kenapa
dahulu di negeri ini banyak sekali terjadi bencana alam yg dahsyat?
untuk apa bencana alam yg dahsyat itu seperti meletusnya gunung krakatau
purba, gunung toba, gunung sunda, dan gunung2 lain, juga tsunami super
dahsyat yg bisa memisahkan pulau2 di Indonesia yg tadinya satu pulau yg
sangat besar dan luas, juga kita harus mempertanyakan benarkah negeri
ini ialah negeri syam atau atlantis? kita telah mengenal negeri kita ini
yg dimana terdapat mayoritas umat muslim terbesar di dunia, sementara
itu negeri kita sangat subur tanahnya dikarenakan negeri kita berdiri di
garis khatulistiwa, kaya akan flora dan fauna, juga memiliki hasil
tambang terbaik di dunia. lihat hadits2 tentang kutamaan negeri syam
berikut :
1. Abdullah bin Amr bin Ash berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,
“Kebaikan
itu ada sepuluh persepuluh (10/10). Sembilan persepuluhnya (9/10)
berada di Syam, sepersepuluhnya (1/10) untuk selain Syam. Kejahatan itu
sepuluh persepuluh. Sepersepuluhnya berada di Syam dan sembilan
persepuluhnya di seluruh negeri. Apabila penduduk Syam telah rusak maka
tidak ada kebaikan lagi padamu.” (HR. Ibnu ‘Asaakir, 1/154)
طُوبَى
لِلشَّامِ. فَقُلْنَا : لأَيٍّ ذَلِكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ ؟ قَالَ :
لأَنَّ مَلَائِكَةَ الرَّحْمَنِ بَاسِطَةٌ أَجْنِحَتَهَا عَلَيْهَا
2. “Kebaikan
pada negeri Syam.’ Kami bertanya, ‘Mengapa wahai Rasulullah?’ Beliau
bersabda: ‘Karena Malaikat rahmah (pembawa kebaikan) mengembangkan sayap di atasnya.”
(HR. Tirmizi, no. 3954, beliau
berkomentar, haditsnya hasan Gharib. Imam Ahmad dalam Al-Musnad, 35/483.
Cetakan Muassasah Ar-Risalah, dishahehkan oleh para peneliti.
Dishahihkan pula oleh Syekh Al-Albany dalam kitab ‘As-Silsilah
As-Shahihah no. 503)
3. Zaid bin Tsabit berkata bahwa suatu hari Rasulullah bersabda ketika para sahabat berada bersama beliau, “Beruntunglah negeri Syam, sesungguhnya malaikat Rahman membentangkan sayapnya di negeri tersebut”. (HR. Ibnu Hibban no. 7304)
4. Abdullah bin Hawalah Azdy berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya
kalian akan menjadi pasukan-pasukan perang, satu pasukan di Syam, satu
pasukan di Iraq dan satu pasukan di Yaman.” Aku bertanya, “Wahai
Rasulullah, pilihkan untukku!” Rasulullah menjawab, “Pilihlah Syam, dan
barangsiapa yang enggan maka hendaklah ia bergabung dengan dengan Yaman
dan meminum dari kolam-kolam air Yaman. Sesungguhnya Allah telah
menaungi Syam dan penduduknya.” (HR. Shahih Ibnu Hibban no. 7306)
5. Imam Izz bin Abdussalam berkata, “10.000
mata yang melihat Nabi Muhammad SAW masuk negeri Syam tatkala mereka
(para sahabat) mengetahui keutaman negeri Syam dibandingkan negeri yang
lain.”
6. Abu Darda berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,
“Ketika aku tidur tiba-tiba aku melihat tiang kitab diambil dari bawah
kepalaku. Aku melihatnya dibawa pergi dan aku pun mengikutinya dengan
dua pandanganku. Kemudian tiang itu ditegakkan di Syam. Ketahuilah bahwa
sesungguhnya iman berada di syam ketika terjadi Fitnah.” (HR. Ahmad no. 21781)
7. Qurroh bin Iyas
berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Apabila penduduk Syam telah
rusak maka tidak ada kebaikan pada kalian. Akan senantiasa ada
sekelompok umatku yang selalu beruntung tanpa terganggu dari orang-orang
yang menipu mereka hingga hari kiamat (hari pembalasan).” (HR. Tirmizi no. 2351)
8. Ka’ab Ahbar, salah seorang sahabat ahli kristologi berkata, “Di
baris pertama dalam Taurat terukir Muhammad bin Abdullah hamba-Ku
pilihan, penuh sopan santun, tidak kasar, tidak berteriak-teriak di
pasar dan tidak membalas keburukan dengan keburukan tetapi pemaaf dan
pengampun, kelahiran Makkah, hijrahnya ke Thaibah dan kerajaannya di
Syam.”
“Ummatnya hammadun (suka
memuji), yaitu memuji Allah SWT dalam keadaan senang dan susah,
mengumandangkan tahmid di setiap turunan jalan, mengumandangkan takbir
di setiap tanjakan jalan, selalu memperhatikan peredaran matahari,
sholat di waktu yang telah ditentukan walaupun mereka di puncak
pembuangan sampah, memakai sarung sampai di pertengahan betis, selalu
membasuh anggota wudhu dan suara-suara mereka di malam hari bagaikan
suara lebah menggema.” (HR. Darimi no. 7)
9. Imam Izz bin Abdussalam berkata,
“Apa yang disebutkan
Ka’ab sesuai dengan kenyataan yang ada, sesungguhnya kekuatan di
kerajaan Islam, sebagian besar pasukannya yang berani di negeri Syam.” (Lihat: Targhib Ahlil- Islam Fi Sukna Biladisy-Syam hal. 5)
10. Abu Dzar bekata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Syam bumi kebangkitan.” (HR. Bazzar no. 3965 & Ahmad no. 27629)
11. Damaskus ibu kota Syam
Abu Umamah berkata, Rasulullah SAW membaca ayat, “Dan kami
tempatkan mereka di dataran tinggi yang mendatar dan yang menyimpan air”
(QS. Al-Mu’minun: 50). Beliau bertanya, “Apakah kalian mengetahui
dimana tempat itu?” Para sahabat menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang
lebih mengetahui.” Beliau melanjutkan, “Tempat itu di negeri Syam, bumi
yang dinamakan Ghuthah, di sebuah kota yang disebut Damaskus. Ia adalah
kota yang terbaik di negeri Syam.” (HR. Tamam Rozi no. 915)
12. Salah seorang sahabat Rasulullah
berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Syam akan terbuka untuk kamu.
Jika kamu diberi pilihan tempat tinggal, maka pilihlah tempat tinggal di
kota yang bernama Damaskus. Ia adalah benteng Muslimin dari pertempuran
dan kekuatan mereka bersumber dari sana di tempat yang bernama
Ghuthah.” (HR. Ahmad no. 17470)
13. Abu Darda berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sesunguhnya
kekuatan Muslimin pada waktu itu di Ghuthah, di samping kota yang
bernama Damaskus yang paling terbaik di negeri Syam.” (HR. Abu Daud no. 4300)
14. Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Jika
terjadi pertempuran besar maka Allah mengutus utusannya dari berbagai
lapisan masyarakat, mereka memiliki kuda terbaik dan senjata perang
terhebat, dan Allah mengkokohkan agama ini dengan mereka.” (HR. Ibnu Majahno. 4080)
15. Nawwas bin Sam’an berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Isa bin Maryam akan turun di menara putih timur Damaskus.” (HR. Muslim no. 7560)
16.
“Sebagian umatku ada yang selalu melaksanakan
perintah Allah, tak terpengaruh orang yang menggembosi dan tidak pula
orang yang berseberangan hingga datang keputusan Allah, dan mereka
senantiasa dalam keadaan demikian. Mu’adz berkata: dan mereka ada di
Syam.“ (HR.Bukhari)
17.
“Salamah bin Nufail berkata: aku datang menemui
Nabi saw dan berkata: aku bosan merawat kuda perang, aku meletakkan
senjataku dan perang telah ditinggalkan para pengusungnya, tak ada lagi
perang. Nabi saw menjawab: Sekarang telah tiba saat berperang, akan
selalu ada satu kelompok di tengah umatku yang unggul melawan
musuh-musuhnya, Allah sesatkan hati-hati banyak kalangan untuk kemudian
kelompok tersebut memerangi mereka, dan Allah akan memberi rizki dari
mereka (berupa ghanimah) hingga datang keputusan Allah (Kiamat) dan
mereka akan selalu demikian adanya. Ketahuilah, pusat negeri Islam
adalah Syam. Kuda perang terpasang tali kekang di kepalanya (siap
perang), dan itu membawa kebaikan hingga datangnya Kiamat.” (HR. Imam Ahmad)
18.
“Al-Masih Dajjal akan datang dari arah timur, ia
menuju Madinah, hingga berada di balik Uhud, ia disambut oleh malaikat,
maka malaikat membelokkan arahnya ke Syam, di sana ia dibinasakan, di
sana dibinasakan.” (HR. Imam Ahmad)
19.
“Kalian akan dikumpulkan di sana – tangannya menunjuk
ke Syam – jalan kaki atau naik kendaraan maupun berjalan terbalik
(kepala di bawah) … “(HR. Imam Ahmad)
banyak kebaikan di negeri kita ini tanpa kita sadari, dan admin mengerti maksud hadits no 1 dan 2 diatas yg mengatakan
‘Karena
Malaikat rahmah (pembawa kebaikan) mengembangkan sayap di
atasnya.”maksudnya adalah “Garis khatulistiwa” yg dapat menyuburkan
tanahnya, yg menumbuhkan tanaman2nya dengan musim2 tertentu seperti
musim hujan dan kemarau yg dibawa oleh malaikat rahmah, dari hadits2
diatas ternyata perang akhir zaman akan dimulai dari negeri SYAM ini
dari negeri kita ini, di negeri mayoritas muslim terbesar di dunia yg
berada di paling timur jauh dari pusat bumi (ka’bah), dari hadits no 5
diatas ternyata para sahabat rasulullah SAW pernah ke negeri ini setelah
mereka mendengar keutamaan negeri SYAM yg istimewa dibandingkan negeri2
lain, di hadits no 6 diatas makna “tiang kitab” disini bermaksud “ARSY
borobudur” yg dipindahkan oleh ahli kitab yg sejajar dengan hajar aswad
dan rukun Syam (seperti yg dijelaskan tentang borobudur versi AL-Qur’an
diatas dan di buku flying book K.H Fahmi basya), itu juga bermaksud
dimana letak negeri Syam, pahami secara mendalam hadits2 berikut yg
berhubungan dengan ARSY borobudur, tiang kitab, negeri SYAM dan madinah
berikut :
Sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam,
أَلَا أُخْبِرُكَ بِرَأْسِ الْأَمْرِ كُلِّهِ وَعَمُودِهِ وَذِرْوَةِ
سَنَامِهِ قُلْتُ بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ رَأْسُ الْأَمْرِ
الْإِسْلَامُ وَعَمُودُهُ الصَّلَاةُ وَذِرْوَةُ سَنَامِهِ الْجِهَادُ.
“Sukakah engkau kabarkan yang menjadi ketua (kepala) segala
urusan (pekerjaan), tiang-tiangnya (penguat-penguatnya) dan puncak
ketinggiannya?” Aku (Mu’adz bin Jabbal) berkata: “Baiklah ya
Rosulullah.” Sabdanya: “Kepala segala urusan ialah Islam, tiang-tiang penguatnya ialah sholat dan puncak ketinggiannya ialah al-Jihad.” (HR. Tirmidzi, hadits hasan shahih)
apakah hadits diatas yg berhubungan dengan tiang kitab ini ternyata
adalah tentang sholat? lalu apa hubungannya tiang kitab (arsy borobudur
AL-Qur’an) dengan sholat? dari sini kita harus melihat dan memahami
hadits berikut :
حَدَّثَنَا
شَيْبَانُ بْنُ فَرُّوْخَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيْزِ بْنُ مُسْلِمٍ
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ دِيْنَارٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ ح وَحَدَّثَنَا
قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيْدٍ وَاللَّفْظُ لَهُ عَنْ مَالِكِ بْنِ أَنَسٍ عَنْ
عَبْدِ اللهِ بْنِ دِينَارٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ:
بَيْنَمَا
النَّاسُ فِي صَلاَةِ الصُّبْحِ بِقُبَاءٍ إِذْ جَاءَهُمْ آتٍ فَقَالَ
إِنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ أُنْزِلَ
عَلَيْهِ اللَّيْلَةَ وَقَدْ أُمِرَ أَنْ يَسْتَقْبِلَ الْكَعْبَةَ
فَاسْتَقْبَلُوْهَا وَكَانَتْ وُجُوْهُهُمْ إِلَى الشَّامِ فَاسْتَدَارُوْا
إِلَى الْكَعْبَةِ
13 – (526)
Telah menceritakan kepada kami
Syaiban bin Farrukh telah menceritakan kepada kami
Abdul Aziz bin Muslim telah menceritakan kepada kami
Abdullah bin Dinar dari
Ibnu Umar –Lewat jalur periwayatan lain– dan telah menceritakan kepada kami
Qutaibah bin Sa’iddan lafazh tersebut miliknya, dari
Malik bin Anas dari
Abdullah bin Dinar dari
Ibnu Umar Radhiyallahu’anhu dia berkata:
“Ketika orang-orang dalam shalat Shubuh di Quba’, tiba-tiba
seseorang mendatangi mereka seraya berkata, Rasulullah
Shallallahu’alaihiwasallam telah diturunkan wahyu atas beliau pada suatu
malam, dan beliau telah diperintahkan untuk berkiblat menghadap Ka’bah,
maka kalian menghadap kiblatlah, dan sebelumnya mereka menghadap ke Syam, maka mereka memutar menghadap Ka’bah“
(Shahih Muslim 526-13)
dari hadits diatas kita telah mengetahui bahwa hubungan tiang kitab
(arsy borobudur AL-Qur’an yg berada di negeri syam ini) dengan sholat,
adalah
ternyata dahulu negeri Syam ini mempunyai tiang sholat
atau kiblat, apakah yg dimaksud dengan hal ini adalah kiblat baitul
maqdis? dari sini kita harus melihat dan mentadaburi suroh berikut :
﴾ Al Baqarah:142 ﴿
Orang-orang
yang kurang akalnya diantara manusia akan berkata: “Apakah yang
memalingkan mereka (umat Islam) dari kiblatnya (Baitul Maqdis) yang
dahulu mereka telah berkiblat kepadanya?” Katakanlah: “Kepunyaan Allah-lah timur dan barat; Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya ke jalan yang lurus”.
﴾ Al Baqarah:143 ﴿
Dan demikian (pula) Kami telah
menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan agar kamu
menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi
saksi atas (perbuatan) kamu. Dan Kami tidak menetapkan kiblat
yang menjadi kiblatmu (sekarang) melainkan agar Kami mengetahui (supaya
nyata) siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang membelot. Dan sungguh (pemindahan kiblat) itu terasa amat berat, kecuali bagi orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah; dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia.
pahamilah suroh AL-Baqarah ayat 142 diatas yg mengatakan bahwa
“Kepunyaan
Allah-lah timur dan barat…”, karena baitul maqdis itu ada di timur dan
borobudur pun juga terdapat di negeri yg mayoritas muslim terbesar
didunia yg berada di paling timur, baitul maqdis atau juga disebut
masjidil aqsha ini jika kita artikan masjidil = masjid/tempat ibadah
aqsha=jauh/terjauh, coba bandingkan masjidil aqsha yg ada di palestina
itu dengan borobudur AL-Qur’an di paling timur ini yg sejajar dengan
hajar aswad dan rukun syam yg berada jauh dari pusat bumi ka’bah
dibarat. dan kita harus mempertanyakan apa sebabnya kiblat baitul maqdis
itu dipindahkan menjadi ke arah kiblat baitullah ka’bah? apakah ada
hubungannya dengan akhir zaman? kita harus melihat dan memahami hadits
berikut :
Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- pernah bersabda menceritakan silsilah kejadian akhir zaman,
عِمْرَانُ بَيْتِ الْمَقْدِسِ خَرَابُ يَثْرِبَ, وَخَرَابُ يَثْرِبَ
خُرُوْجُ الْمَلْحَمَةِ, وَخُرُوْجُ الْمَلْحَمَةِ فَتْحُ
قَسْطَنْطِيْنِيَّةَ, وفَتْحُ قَسْطَنْطِيْنِيَّةَ خُرُوْجُ الدَّجَّالِ
“Pembangunan Baitul Maqdis adalah (waktu) hancurnya kota
Madinah. Hancurnya kota Madinah adalah (waktu) munculnya perang besar.
Munculnya perang besar adalah (waktu) direbutnya Qostantiniyah (kerajaan
Romawi). Direbutnya Qostantiniyah (kerajaan Romawi) adalah (waktu)
keluarnya Dajjal“. [HR. Abu Dawud dalam Sunan-nya (4294),
Ahmad dalam Musnad-nya (22076 & 22174), Al-Hakim dalam Al-Mustadrok
(8297), Ath-Thobroniy dalam Al-Kabir (214), dan lainnya. Hadits ini
di-hasan-kan oleh Al-Albaniy dalam Takhrij Al-Misykah (5424)]
Al-Allamah Syamsul Haq Al-Azhim Abadi-rahimahullah- berkata dalam
menegaskan makna hadits ini, “Pendapat yang paling benar, Yang dimaksud
dengan pembangunan Baitul Maqdis adalah kesempurnaan dalam hal
pembangunan, yaitu pembangunan baitul Maqdis secara sempurna lagi
melebihi batas, saat hancurnya kota Madinah, karena Baitul Maqdis tak
akan hancur“. [Lihat Aunul Ma’bud (11/270)]
maksud dari hadits diatas adalah jika sejarah pembangunan
baitul maqdis telah terbongkar, maka sudah dekatlah hancurnya kota
madinah dan munculah perang besar akhir zaman…
dan pahamilah suroh AL-Baqarah ayat 143 diatas yg mengatakan “…
Dan
Kami tidak menetapkan kiblat yang menjadi kiblatmu (sekarang) melainkan
agar Kami mengetahui (supaya nyata) siapa yang mengikuti Rasul dan
siapa yang membelot. Dan sungguh (pemindahan kiblat)
itu terasa amat berat, kecuali bagi orang-orang yang telah diberi
petunjuk oleh Allah..” maksud dari “
siapa yang mengikuti Rasul
dan siapa yang membelot” adalah siapa diantara kita umat rosulullah SAW
yg bisa mengenali mana yg Haq dan mana yg bathil, siapa yg bisa
memecahkan sejarah yg sebenarnya kiblat baitul maqdis yg dijadikan “buah
bibir” itu atau yg di samarkan itu, berarti orang itu telah diberi
petunjuk yg lurus oleh ALLAH SWT dan
Allah swt tidak akan
menyia-nyiakan iman atau amalan orang itu (disini bukan berarti hanya
admin saja yg bisa mengungkap sejarah besar ini, tetapi semua orang jika
bisa jika ada kemauan dan semangat di jalan Allah SWT untuk mengungkap
sejarah ini). kita pahami lagi makna dari kata “…
Dan sungguh (pemindahan
kiblat) itu terasa amat berat, kecuali bagi orang-orang yang telah
diberi petunjuk oleh Allah..” kita telah mengetahui dari pembahasan
borobudur AL-Qur’an diatas bahwa ada seorang dari ahli kitab yg bisa
memindahkan ARSY borobudur yg “sangat berat” itu dengan kecepatan
cahaya, yg beliau ini pasti kedudukannya dekat dengan Allah SWT sehingga
mendapat petunjuk dari Allah SWT untuk memindahkan ARSY borobudur itu,
Berikut hadits dan suroh yg menguatkan borobudur adalah Baitul Maqdis atau Masjidil Aqsha :
Dari Ibnu Abbas, ia telah berkata: Telah bersabda Rasulullah SAW:
Ketika malam aku diisra’kan dan subuhnya aku telah sampai di Makkah,
aku mengkhawatirkan urusanku, dan aku tahu bahwasanya manusia akan
mendustakanku. Kemudian aku duduk bersedih hati.
Ia Ibnu Abbas) berkata: Kemudian melintaslah musuh Allah, Abu Jahl.
Dia datang sehingga duduk di dekat beliau, kemudian berkata kepada
beliau: Kamu tampak bersedih, apakah ada sesuatu? Rasulullah SAW pun
menjawab: Ya. Dia berkata: Apa itu? Beliau menjawab: Sesungguhnya aku
diisra’kan malam tadi. Dia berkata: Ke mana? Beliau menjawab: Ke Bait
al-Maqdis. Dia bertanya: Kemudian engkau subuh sudah ada di hadapan kami
(di Makkah ini)? Beliau jawab: Ya. Ia berkata: Namun dia tidak
menampakkan sikap bahwa dia mendustakannya karena takut beliau tidak mau
menceritakan hal itu lagi jika kaumnya dipanggilkannya. Dia berkata:
Tahukah engkau, jika engkau hendak mendakwahi kaummu, kau harus kisahi
mereka apa yang barusan kau ceritakan padaku. Rasulullah SAW pun
menjawab: Ya.
Kemudian dia berseru: Kemarilah wahai penduduk Bani Ka’ab bin Lu`ai!
Lalu mereka berkumpul kepadanya datang sampai duduk mengelilingi
keduanya. Dia berkata: Kisahi kaummu apa yang telah engkau kisahkan
kepadaku. Rasulullah SAW pun berkata: Sesungguhnya malam tadi aku
diisra’kan. Mereka bertanya: Ke mana? Kujawab: Ke Bait al-Maqdis. Mereka
bertanya: Kemudian subuh engkau berada di depan kami. Beliau menjawab:
Ya.
Ia (Ibnu Abbas) berkata: Maka ada yang bersorak dan ada yang
meletakkan tangannya di atas kepala heran atas kebohongan itu (menurut
mereka). Mereka berkata: Dan apakah engkau dapat menyifatkan kepada kami
masjid itu? Dan di antara penduduk ada yang pernah pergi ke negeri itu
dan pernah melihat masjid itu. Maka Rasulullah SAW bersabda:
“Maka aku mulai menyebutkan ciri-cirinya dan tidaklah aku berhenti menyifatkan sehingga aku lupa beberapa cirinya.” Beliau bersabda:
“Lantas
didatangkanlah masjid sampai diletakkan tanpa kesamaran sehingga aku
dapat melihatnya (Masjidil Aqsha/Baitul Maqdis di Depan mata). Maka aku menyifatkannya dengan melihat hal itu.”
Ia berkata: Dan sampai ini, ada sifat yang tidak aku hafal.
Ia berkata: Kemudian ada kaum yang berkata: “Adapun sifat tersebut, demi Allah, ia benar.” HR
Ahmad (2680). Disahkan
al-Albani dalam ash-Shahihah (VII: 3021).
- ﴾ An Naml:40 ﴿
Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari Al Kitab: “Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip”.
Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya,
iapun berkata: “Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku
bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). Dan barangsiapa yang
bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya
sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya
lagi Maha Mulia”.
,di hadits no 8 ternyata kerajaan rasulullah SAW berada di negeri kita ini, di hadits no11 menyatakan bahwa ternyata damaskus
adalah ibu kota Syam, mungkin yg dimaksud adalah “Jakarta”, ketahuilah
bahwa damaskus yg berada di luar negeri sana bukanlah damaskus yg
sebenarnya termasuk juga daerah “Ghuthah”, karena damaskus di luar
negeri sana baru di resmikan namanya pada saat runtuhnya khilafah, itu
dilakukan agar khilafah tidak bangkit kembali oleh para zionis, lihat
kota damaskus “jakarta” banyak di kota ini elemen2 masyarakat muslim yg
terdiri dari ormas2 atau kelompok2 islam..
(catatan: coba bandingkan hadits tentang keutamaan
negeri syam diatas dengan keutamaan madinah, karena admin mempunyai
firasat bahwa negeri syam dan madinah saling berhubungan 1 sama lain
melalui fakta2 di dalam hadits2nya, dan sepertinya negeri2 akhir zaman
dan madinah yg ada di timur tengah yg selama ini kita ketahui itu telah
di manipulasi oleh kekuasaan bangsa arab yg bekerja sama dengan kaum
zionis eropa pada saat runtuhnya khilafah dahulu, ada kemungkinan ini
disebabkan para zionis tidak mau khilafah bangkit kembali, dan
dikarenakan bangsa arab dahulu juga menyatakan bahwa khalifah utsmani di
turki itu telah durhaka atas penguasaan negeri2 arab dengan pihak
kerajaan arab saudi, maka dari itu pihak kerajaan arab saudi
berkonspirasi dengan kaum zionis untuk memanipulasi daerah2 arab
sehingga terpecah menjadi beberapa negara, yg kemudian negara2 yg telah
terpecah ini sebagiannya dinamai seperti negeri2 akhir zaman juga
beserta kota2nya, yg sebenarnya negeri2 akhir zaman berada di Indonesia
dan juga termasuk kota madinahnya, serta mereka juga merubah semua
tafsir AL-Qur’an dan hadits tentang negeri akhir zaman, semisal negeri
saba dalam tafsir arab saudi adalah negeri yaman di timur tengah yg
sebenarnya adalah nama wilayah di pulau jawa) wallahu’alam..

Ada
sebuah konspirasi besar yg di sembunyikan oleh kaum zionis Israel di
situs Us-israel.org tahun 2009, entah mengapa di situs ini memajang peta
indonesia dan ditandai dengan coretan2 merah,walaupun sekarang situs
itu mengubah halaman depannya yg dahulu sempat memajang peta indonesia,
tetapi tetap saja ada blog2 dan forum yg membahasnya, dan kejadian itu
tidak akan terhapus. Apakah yg mereka rencanakan untuk negeri ini??
apakah ini ada hubungannya dengan perang akhir zaman atau perang dunia
ke 3?
Karena indonesia adalah negeri akhir zaman dan sebagai pintu peperangan akhir zaman atau perang dunia ke 3.
Mungkin sepintas hal ini memang sepele kelihatannya, namun paling tidak dengan hal sepele yang demikian ini situs
us-israel.org telah menjadi bahan perbincangan yang hangat di dunia maya, dan tentunya diberbagai forum-forum diskusi.
Forum kompas
misalnya, salah satu forum yang cukup serius membahas sesuatu berita
yang masuk kedalam forum tersebut juga tidak ketinggalanya membahas
mengenai keberadaan situs tersebut, dan dari pembicaraan yang ada di
forum kompas, kelihatannya tidak ada satupun pembahasan yang dapat
mengungkap tentang keberadan situs us-israel.org
Bukan cuma forum kompas yang membahas tentang keberadaan situs yang
agaknya kontroversional ini, namun forum lain seperti misalnya
forum kafegaul juga turut serta untuk membahasnya, dan tentu dengan berbagai komentar-komentar yang lain pula dari para membernya.
Di
Yahoo Answer Versi bahasa Indonesia
juga tidak ketinggalan membahas tentang keberadaan situs ini, dan
dengan banyaknya pembahasan-pembahasan seputar situs us-israel.org
membuat situs tersebut semakin populer saja di ranah forum Indonesia,
namun yang pasti belum ada jawaban sampai kini, apa sebenarnya maksud
peta yang terdapat disana?
Upadate:
Ada hal yang ganjil dengan situs us-israel.org bila kita melakukan
pencarian melalui google.com bila menggunakan kata kunci “us-israel.org”
dimana halaman index pencarian google akan mengarahkan kita ke sebuah
situs yang beralamat di
http://www.jewishvirtuallibrary.org.
Coba masuk ke situs itu juga melalui google dan klik “terjemahkan
halaman ini”, karena situs ini menyimpan semua rencana2 atau agenda2
israel di negara2 di dunia ini dan menyimpan sejarah2 mereka.

Gambar: Pencarian Google Dengan Kata Kunci “us-israel.org”
Dan begitu juga bila kita melakukan pencarian informasi ranking
website tersebut di situs alexa.com , maka sama seperti pencarian di
google, bahwa situs alexa.com juga akan memperlihatkan ranking website
http://www.jewishvirtuallibrary.org dan bukan us-israel.org

Apakah yg disembunyikan israel untuk negeri ini?? apakah ini hanya
suatu kebetulan? atau ini suatu yg diada-adakan utak-atik gathuk
(menurut orang2 yg hanya melihat dari satu sudut pandang tanpa
menelusuri). kita haru s kembali lagi ke sejarah negeri ini berdasarkan
AL-Qur’an dan hadits….
Dan ada sesuatu yg aneh di Kantor Perdana Menteri Israel dan Kantor
Kedubes Israel di seluruh dunia terpampang nama Ibukota Israel : JAVA
TEL AVIV / JAWA TEL AVIV, dan MAHKOTA RABBI YAHUDI yang menjadi imam
Sinagog memakai gambar RUMAH JOGLO JAWA. Dengan demikian apakah Bani
Israel merasa menjadi keturunan Jawa, ataukah sebaliknya apakah orang2
jawa adalah keturunan bani israil ? Yang disebut Jawa adalah seluruh
Etnik Nusantara yang dulunya penghuni Benua Atlantis sebelum dikirim
banjir besar oleh Allah SWT, setelah banjir besar benua ini pecah
menjadi 17.000 pulau yang sekarang disebut Indonesia,
﴾ Saba’:18 ﴿
Dan Kami jadikan antara mereka dan antara negeri-negeri yang
Kami limpahkan berkat kepadanya, beberapa negeri yang berdekatan dan
Kami tetapkan antara negeri-negeri itu (jarak-jarak) perjalanan.
Berjalanlah kamu di kota-kota itu pada malam hari dan siang hari dengan
dengan aman.
﴾ Saba’:19 ﴿
Maka mereka berkata:
“Ya Tuhan kami jauhkanlah jarak perjalanan kami”,
dan mereka menganiaya diri mereka sendiri; maka Kami jadikan mereka
buah mulut dan Kami hancurkan mereka sehancur-hancurnya. Sesungguhnya
pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah
bagi setiap orang yang sabar lagi bersyukur.
hanya beberapa etnik yang masih tersisa, selebihnya menjadi cikal
bakal bangsa2 dunia antara lain bangsa India, Cina ( termasuk Jepang ),
Eropa, Israel, Arab, dan Indian ( silahkan baca hasil penelitian Prof.
Santos selama 30 tahun tentang Benua Atlantis terbitan Gramedia ). Dalam
bahasa Jawi Kuno, arti jawa adalah moral atau akhlaq, maka dalam
percakapan sehari-hari apabila dikatakan seseorang dikatakan : “ora
jowo” berarti “tidak punya akhlaq atau tidak punya sopan santun”,
sebutan jawa ini sejak dulunya dipakai untuk menyebut keseluruhan
wilayah nusantara, penyebutan etnik2 sebagaimana berlaku saat ini adalah
hasil taktik politik de vide et impera para penjajah.
Tahukah
anda? bahwa di zaman para nabi dan zaman rasulullah SAW dahulu
sebenarnya negeri ini belum dinamai dengan nama Indonesia, tetapi
menamai pulau2nya dan nama2 tempat dinegeri ini dengan
“Perumpamaan-perumpamaan” sebagai contoh : pulau komodo, pulau seribu
(QS.Saba:18-19), pulau seram, pulau sulawesi (sula = pulau wesi =besi),
wonosobo, sleman dll (begitu juga dengan nama2 tempat yg tercantum
didalam hadits2 dan manuskrip2 para sahabat dan tabiin, mereka semua
memakai nama “perumpamaan” untuk menyebutkan suatu tempat atau negeri),
Begitu juga dengan sejarah nabi adam As yg ternyata beliau ini juga
pernah ke negeri ini buka link ini :http://goo.gl/6rxmn1 . Di Nusantara ini yang dikenal sebagai Raja Gunung adalah “SYAILENDRA” , menurut Dr. Daoed Yoesoef
nama Syailendra berasal dari kata saila dan indra, saila = raja dan indra = gunung, dan menurut K.H Fahmy basya
raja gunung adalah nabi daud As karena nabi daud As dapat mengendalikan/menundukkan gunung-gunung,
“Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Daud kurnia dari Kami. (Kami berfirman):
“Hai gunung-gunung dan burung-burung, bertasbihlah berulang-ulang bersama Daud,
dan Kami telah melunakkan besi untuknya, (yaitu) buatlah baju besi yang
besar-besar dan ukurlah anyamannya; dan kerjakanlah amalan yang saleh.
Sesungguhnya Aku melihat apa yang kamu kerjakan.” (Saba’ 34:10-11)
“Bersabarlah atas segala apa yang mereka katakan; dan ingatlah hamba
Kami Daud yang mempunyai kekuatan; sesungguhnya dia amat taat (kepada
Tuhan).”
“Sesungguhnya Kami menundukkan gunung-gunung untuk bertasbih bersama dia (Daud) di waktu petang dan pagi, dan
(Kami tundukkan pula) burung-burung dalam keadaan terkumpul.
Masing-masingnya amat taat kepada Allah. Dan Kami kuatkan kerajaannya
dan Kami berikan kepadanya hikmah dan kebijaksanaan dalam menyelesaikan
perselisihan.” (Shaad 38:17-20)
Apakah ini menandakan kebenaran bahwa borobudur yg dibuat oleh
dinasti SYAILENDRA adalah peninggalan nabi sulaiman? karena nabi
sulaiman AS mewarisi kerajaan dan ilmu nabi daud AS.
( An Naml:16 ﴿
Dan Sulaiman telah mewarisi Daud, dan dia
berkata: “Hai Manusia, kami telah diberi pengertian tentang suara burung
dan kami diberi segala sesuatu. Sesungguhnya (semua) ini benar-benar
suatu kurnia yang nyata”.
﴾ Ali Imran:105 ﴿
Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih
sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat,
Doa Rasulullah untuk negeri Syam
Ibnu Umar berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Ya Allah,
berkahilah kami dalam negeri Syam dan negeri Yaman.” Sebagian sahabat
berkata, “Dan negeri Najd (dalam riwayat lain: Iraq)?” Beliau berkata,
“Ya Allah, berkahilah kami dalam negeri Syam dan negeri Yaman.” Sebagian
sahabat berkata, “Dan negeri Najd?” Beliau menjawab, “Di sana terdapat
gempa, fitnah dan keluarnya tanduk syaitan.” (HR. Bukhari no. 990)
﴾ Ali Imran:142 ﴿
Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang
berjihad diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar.
Rasulallah SAW bersabda :
“Barang siapa yang menyampaikan 1
(satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya, maka
walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia
akan tetap memperoleh pahala.”(HR. Al-Bukhari)
Wallahu’alam bishawab..